Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur terpilih, Soekarwo, berjanji akan mengadopsi program dari pasangan calon gubernur lainnya yang kalah untuk membangun provinsi ini selama lima tahun ke depan.
"Semua program pasangan calon gubernur sangat bagus, dan kami tidak akan diam saja. Saya dibantu Gus Ipul akan berusaha menjalankan program yang sudah disampaikan semua calon demi kepentingan Jawa Timur," ujar Soekarwo usai penetapan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Surabaya, Sabtu malam.
Ia memaparkan, program dari pasangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat (Beres) yang menyampaikan tentang ketaqwaan. Menurut dia, apa yang dikatakan Eggi Sudjana sangat tepat karena membangun sebuah pemerintahan, sangat tidak mungkin tanpa bantuan dan doa kepada Allah SWT.
"Nanti, kami akan bersama sejumlah ulama dan kiai di Jatim membentuk manusia yang berakhlaq. Sebab, tidak cukup seseorang memiliki pikiran cerdas tapi tidak bermoral. Terima kasih kami sampaikan kepada Eggi dan Sihat," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Kemudian, program dari pasangan Bambang DH-Said Abdullah (Jempol), tentang memajukan pedesaan dengan memberikan anggaran yang tepat. Berikutnya, program pasangan khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja tentang memperbanyak sambungan listrik masuk desa.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya berjanji akan segera mengentaskan kasus Lapindo yang sampai sekarang masih menyisakan sejumlah masalah, khususnya tentang pembayaran korban lumpur.
"Kami sangat serius dan segera menyelesaikan persoalan Lapindo. Dalam waktu dekat ini, saya berjanji berusaha untuk menanganinya dan tidak menyisakan semua permasalahan," kata dia.
Secara umun, gubernur "incumbent" itu mengakui penyelenggaraan Pilkada Jatim sudah sangat baik dan demokratis. Ia menyontohkan, setiap konflik atau masalah sudah diselesaikan di tingkat bawah, seperti di tempat pemungutan suara (TPS).
"Jadi ini sangat luar biasa, Indonesia harus meniru dan belajar dari proses demokrasi di Jatim," katanya didampingi Gus Ipul.
Sementara itu, Eggi Sudjana mengucapkan selamat kepada Pakde Karwo-Gus Ipul yang unggul di 27 daerah, dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Ia juga mengakui kekalahannya dalam Pilkada kali ini.
"Tapi, di Jatim baru kali ini ada calon perseorangan yang maju dalam Pilkada. Artinya, ini merupakan sejarah dari demokrasi. Kami harapkan ke depan muncul yang lain karena masyarakat saat ini sudah tidak banyak yang percaya ke partai," kata pengacara tersebut. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.