Surabaya (Antara Jatim) - Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi 0,20 persen selama Mei 2013 karena dua kelompok pengeluaran yakni sandang dan bahan makanan mengalami penurunan harga pada bulan tersebut. Kepala Bidang Distribusi BPS Jatim, Sapuan, mengemukakan, penurunan harga ditunjukkan oleh indeks kelompok sandang sebesar 1,83 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 1,39 persen. "Tapi lima kelompok pengeluaran lain justru inflasi," katanya, dalam siaran pers di Surabaya, Senin. Menurut dia, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi karena terjadinya kenaikan harga antara lain kelompok perumahan sebesar 0,78 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,46 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa/keuangan sebesar 0,20 persen. "Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,07 persen," ujarnya. Pada bulan Mei 2013, jelas dia, dari tujuh kota indeks harga konsumen di Jatim maka semua kota mengalami deflasi dan posisi terttinggi terlihat di Madiun 0,71 persen. "Lalu, Jember 0,68 persen, Sumenep 0,46 persen, Malang 0,35 persen, Kediri 0,20 persen, dan deflasi terendah di Surabaya serta Probolinggo 0,07 persen," katanya. Komoditas yang memberi sumbangan terbesar terhadap deflasi, tambah dia, bawang merah, bawang putih, emas perhiasan, cabai rawit, tomat sayur, minyak goreng, ikan mujaer, bensin, ikan gurame, dan ikan tongkol. "Sementara, komoditas pemberi sumbangan terbesar kepada inflasi antara lain tarif listrik, buah apel, melon, daging ayam ras, beras, wortel, mobil, sepeda motor, telur ayam ras, dan mie kering instan," katanya. Mengenai laju inflasi tahun kalender Januari-Mei 2013 di Jatim, sebut dia, provinsi ini mencatatkan 2,29 persen sedangkan laju inflasi Mei 2013-Mei 2012 Jatim sebesar 5,83 persen. "Dari enam ibu kota di Pulau Jawa, lima kota mengalami deflasi dan satu kota inflasi," katanya. Ia melanjutkan, daerah dengan deflasi tertinggi di Serang 0,37 persen, diikuti Yogyakarta 0,29 persen, Semarang 0,17 persen, dan deflasi terendah di Jakarta dan Surabaya masing-masing 0,07 persen. "Kota yang mengalami inflasi terjadi di Bandung sebesar 0,34 persen," katanya.(*)
Berita Terkait
ANTARA berhasil raih dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025
30 Januari 2026 18:17
ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
28 Januari 2026 13:22
Dirut sebut jadikan ANTARA ekosistem informasi negara saat rapat DPR
28 Januari 2026 12:11
Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global
26 Januari 2026 15:45
Kabiro ANTARA Jatim raih gelar magister di UPNVJT dengan predikat cumlaude
24 Januari 2026 17:21
PM Greenland tidak tahu apa yang disepakati antara Trump dan NATO
23 Januari 2026 10:05
Kirim tim peliputan, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 Januari 2026 15:50
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
