Nganjuk (Antara Jatim) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, merawat seorang anak yang bernama Muhammad Rizki, berumur empat tahun enam bulan, warga Kecamatan Rejoso di kabupaten itu karena dugaan jadi korban malapraktik salah pemberian obat. Dokter anak RSUD Nganjuk dr Agus, Selasa mengatakan, kondisi pasien saat ini masih memerlukan perawatan. Pihaknya masih memeriksa dugaan salah pemberian obat yang membuat tubuh balita itu hingga kulitnya melepuh, mirip terbakar. "Kulit melepuh ini bisa terjadi karena salah obat yang diberikan pada pasien. Kalau dalam dunia medis jika alergi obat-obatan tertentu disebut 'Stephen Johson Syndrome'," paparnya. Ia mengatakan, melepuhnya kulit pasien tidak seharusnya terjadi jika obat yang diberikan benar dan sesuai dosis. Namun, untuk kepastian jenis obat apa yang membuat kulit pasien ini melepuh, masih akan diperiksa. Pihaknya akan berupaya untuk mengetahui riwayat pasien serta pemberian obat apakah dilakukan oleh dokter ataukah diberikan oleh orang tua yang dibeli dari luar resep dokter. Agus juga menampik kejadian itu karena malapraktik. Saat ini akan diusahakan untuk penyembuhan, mengingat sejumlah obat yang diberikan kepada pasien ternyata bisa diterima dan saat ini kondisinya sudah lebih baik. Jarwanto, ayah dari Muhammad Rizky mengatakan sakit yang diderita anak kandungnya itu berawal saat ia memeriksakan anaknya ke seorang dokter saraf berinisial W. Ia memeriksakan anaknya yang sakit kejang. "Saat itu diperiksa dan diberikan obat berupa serbuk dan sirup. Saya berikan tapi lama-lama tubuh anak saya mengeluarkan bintik berwarna merah dan menyebar ke seluruh tubuh dan membuat kulit anak saya melepuh seperti terbakar," ungkapnya. Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk itu mengakui memang sudah lama menjadi pasien dokter yang ada di Kabupaten Nganjuk itu. Anaknya sudah menderita kejang sejak umurnya empat bulan sampai saat ini. Ketika kejangnya kambuh dibawa ke dokter saraf itu untuk pengobatan. Yang terakhir, tepatnya pada 23 April, sakit anaknya kambuh dan dibawa kembali ke dokter spesialis saraf itu, tapi sakitnya tambah parah setelah diberi obat. Suami dari Sarmi itu mengatakan membawa anaknya sejak Jumat (3/5) lalu ke rumah sakit, karena kondisinya yang mengkhawatirkan. Ia berharap, anaknya bisa segera sembuh baik dari sakit kulitnya yang melepuh karena dugaan alergi itu, termasuk juga sakit kejang yang menimpa anaknya sejak bayi.(*)
Berita Terkait
Polisi tangani kasus penganiayaan seorang nenek di Pacitan
15 Oktober 2025 22:58
Polisi ungkap kronologi seorang anak aniaya ibunya di Bekasi
23 Juni 2025 13:45
Seorang anak hilang diduga diterkam buaya di Sungai Sangatta Kaltim
27 April 2025 07:00
Kebakaran di Kedungdoro akibatkan seorang ayah dan anak meninggal dunia
17 April 2025 06:20
Seorang anak tenggelam di Waduk Kedurus Surabaya
30 Desember 2024 19:30
Seorang ibu dan anak ditemukan tewas bunuh diri
24 Oktober 2024 16:48
Seorang anak laki-laki tenggelam di area lomba layar PON XXI
16 September 2024 14:31
Polres Sumenep tangkap seorang ayah yang cabuli anak tirinya
12 Agustus 2024 16:52
