Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah selesai pada 20 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.

Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media di Pacitan, Jawa Timur, Sabtu, Doddy mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui penambahan alat berat, peningkatan jumlah pekerja, hingga penerapan sistem kerja tiga sif.

“Hal tersebut dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal,” katanya.

Menurut dia, percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek Sekolah Rakyat selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas bangunan.

“Bapak Presiden berpesan supaya pembangunan selesai tepat waktu, kualitas diperhatikan, serta dikerjakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul.

Salah satu proyek yang saat ini dikebut pengerjaannya berada di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, yakni Sekolah Rakyat Jawa Timur 2.

Proyek yang dibangun di lahan seluas 7,7 hektare itu melibatkan sedikitnya 816 pekerja dengan total anggaran mencapai Rp226 miliar.

 

Bangunan yang dikerjakan terdiri atas 17 massa gedung, meliputi ruang kelas, asrama, rumah susun guru, rumah genset, rumah pompa, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya.

Engineering PT Brantas Abipraya (Persero) Ahmad Fadrian mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dengan peningkatan harian antara satu hingga dua persen.

“Kami menerapkan sistem kerja tiga sif dan mendatangkan material dari luar daerah untuk mempercepat pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan kondisi geografis Pacitan yang didominasi pegunungan dan kawasan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan proyek, namun target penyelesaian tetap diupayakan tercapai sesuai jadwal.

 

 



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026