Malang Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Jawa Timur, mengajak warga transparan menyampaikan data kepada petugas sensus saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin di Kota Malang, Kamis, mengatakan setiap data yang disampaikan oleh responden akan menentukan gambaran struktur perekonomian secara keseluruhan untuk kebutuhan 10 tahun ke depan.

"Masyarakat tidak perlu takut menyampaikan data kepada petugas, sensus ini dilakukan 10 tahun sekali dan begitu penting untuk menunjukkan struktur ekonomi. Jadi kondisi yang saat ini ada akan berbeda dengan data 10 tahun lalu," kata Umar.

BPS memastikan setiap petugas sensus dibekali sejumlah perlengkapan identitas, seperti rompi, tanda pengenal dan surat tugas.

Dia menjelaskan responden Sensus Ekonomi 2026 adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), masyarakat umum, serta usaha besar.

"Jenis usaha besar di antaranya perbankan dan mal. Untuk kerahasiaan data dijamin, sensus ini murni untuk kebijakan pemerintah bukan kepentingan lainnya," ucapnya.

Pelaksanaan sensus itu berjalan dengan dua tahapan, pertama 1 Mei sampai 31 Agustus 2026 melalui pengisian kuesioner secara daring oleh responden yang mendapatkan email resmi dari BPS.

Kemudian, tahap kedua atau door to door berjalan 15 Juni sampai 31 Agustus 2026 bagi para responden yang belum mendapatkan email mengenai kuesioner.

Data hasil sensus akan dimanfaatkan oleh banyak pihak, yakni pemerintah, akademisi, sektor bisnis dan masyarakat umum.

Dia menjelaskan bagi pemerintah sensus ekonomi akan menjadi pijakan perencanaan dan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi sehingga penerapan ke depannya bisa lebih tepat sasaran.

Kemudian, untuk pengusaha maupun pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi tentang kondisi pasar terkini sebagai dasar penyusunan strategi bisnis, investasi, dan ekspansi dengan mengedepankan potret perkembangan tren, peluang, serta tantangan terkini.

Lalu, akademisi akan memiliki akses yang lengkap dan detail untuk kebutuhan penelitian ekonomi berbasis data.

"Sedangkan masyarakat akan menerima manfaat dari kebijakan ekonomi pemerintah dan bisa mengakses data untuk berbagai kepentingan," ujar dia.

Saat ini BPS Kota Malang telah menerima sebanyak 800 calon petugas Sensus Ekonomi 2026. Ratusan kandidat akan menjalani seleksi administrasi dan wawancara hingga akhirnya akan terpilih sebanyak 627 petugas.

"Minggu depan proses administrasinya dan teman-teman calon petugas diundang ke kantor untuk wawancara. Pelatihan dilakukan sekitar akhir Mei atau pada awal Juni 2026," tuturnya.

 



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026