JIIPE memiliki kawasan industri yang strategis dan terus berkembang. Karena itu dibutuhkan kolaborasi kuat antara pengelola kawasan
Gresik (ANTARA) - Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menegaskan stabilitas kawasan industri menjadi faktor penting dalam mendukung penguatan investasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
“JIIPE memiliki kawasan industri yang strategis dan terus berkembang. Karena itu dibutuhkan kolaborasi kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan agar iklim industri dan investasi tetap kondusif,” kata di Gresik, Rabu.
Menurut dia, keamanan dan stabilitas kawasan industri menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan aktivitas industri dan logistik berjalan optimal.
Ia menilai penguatan industri hilir di kawasan JIIPE juga berperan dalam meningkatkan daya saing industri nasional dan pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.
Kunjungan bersama Bupati Gresik dan sejumlah pihak terkait itu dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pertumbuhan industri berkelanjutan di Jawa Timur.
Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas dan perusahaan strategis di kawasan JIIPE, mulai sektor smelter pemurnian emas, industri gas, kaca, pupuk, hingga pelabuhan internasional.
Selain itu, rombongan juga melihat proses hilirisasi industri melalui pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah, termasuk aktivitas pemurnian emas di kawasan smelter.
Direktur JIIPE Bambang Sutiyono mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas kawasan industri dan operasional pelabuhan.
“Kami berharap JIIPE terus menjadi kawasan strategis yang mampu menarik investasi dan memperkuat industri nasional,” ujarnya.
Kawasan JIIPE di Gresik diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2018 sebagai kawasan industri dan pelabuhan terpadu untuk mendukung konektivitas logistik dan efisiensi rantai pasok industri nasional.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026