Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat kerja sama pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia(Perpukadesi) yang mencakup revitalisasi pendidikan dan fasilitasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang.
Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam keterangannya di Sidoarjo, Selasa, menyatakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara dengan Sekjen Perpukadesi Drs. Sokhiatulo Laoli di Jakarta, Selasa, yang mana kedua pihak membahas penguatan sektor pendidikan, ketenagakerjaan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi bentuk kolaborasi nyata untuk memperkuat SDM dan meningkatkan kesejahteraan warga Sidoarjo,” kata Subandi.
Ia menjelaskan dukungan Perpukadesi mencakup program revitalisasi pendidikan bagi 21 kelas yang terdiri atas pembangunan sepuluh ruang kelas baru pada 2026 dan 11 ruang kelas pada 2027.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga memperoleh dukungan fasilitasi bagi 50 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang melalui program penempatan tenaga kerja resmi dan terstruktur.
Subandi menilai keberadaan Perpukadesi menunjukkan pengabdian kepala daerah kepada masyarakat dapat terus berlanjut meskipun telah memasuki masa purna tugas. Menurut Subandi, pengalaman dan jejaring para purnabakti masih dapat memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para tenaga kerja, untuk meningkatkan etos kerja dan tidak mudah menyerah dalam mencari pekerjaan, termasuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan program fasilitasi penempatan PMI ke Jepang menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus daya saing tenaga kerja daerah di tingkat internasional.
Menurutnya, dukungan Perpukadesi tidak hanya menyasar sektor ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup penguatan bidang pertanian dan peternakan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
“Kami memastikan seluruh tahapan pendampingan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari administrasi, pelatihan, hingga kesiapan keterampilan calon tenaga kerja migran sebelum diberangkatkan,” ujar Dwi Eko.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026