Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten SIdoarjo memastikan bahwa stok plastik kemasan di wilayah setempat dalam kondisi aman dan tidak ditemukan praktik penimbunan terhadap barang terkait.

Kabid Perdagangan Disperindag Sidoarjo, Arya Wijojok menyatakan bahwa kepastian stok tersebut terkait dengan adanya lonjakan harga plastik kemasan akibat imbas konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan harga bahan baku plastik impor yakni naphtha melonjak tajam, serta dipengaruhi kenaikan harga BBM di tingkat global.

"Lonjakan harga bahan baku plastik dipengaruhi faktor global yang sulit dikendalikan pemerintah daerah, namun dapat dipastikan bahwa stok plastik di Kabupaten Sidoarjo dalam kondisi aman dan tidak ditemukan penimbunan," kata Arya dalam keterangannya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Arya menjelaskan, menanggapi kenaikan harga tersebut, Disperindag Sidoarjo telah melakukan berbagai upaya termasuk mendekatkan para pelaku usaha terutama pelaku mikro, kecil, menengah (UMKM) yang bergantung pada plastik, dengan perusahaan produsen maupun distributor plastik untuk mengurangi rantai distribusi.

Selain itu, pihaknya turut mengimbau para pelaku usaha untuk sementara beralih menggunakan kemasan non-plastik seperti kertas, hingga melakukan efisiensi penggunaan plastik dalam menyikapi kenaikan harga tersebut.

Di lain sisi, dirinya menyatakan bahwa Disperindag Sidoarjo juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna mencari solusi bagi permasalahan tersebut.

“Kami memahami keluhan pedagang, namun intervensi harga sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat karena menyangkut regulasi impor dan pasar global,” ujar Arya.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026