Surabaya, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, memperkuat transformasi digital melalui pengembangan Surabaya Intelligent Transport System (SITS) dan integrasi layanan publik berbasis teknologi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jatim, Kamis, mengatakan langkah tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Surabaya sebagai smart city yang mengedepankan pelayanan cepat, aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat.
"Kalau Surabaya selain dikenal sebagai Kota Pahlawan, hari ini Surabaya harus mampu menjadi smart city yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warganya," katanya.
Ia mengemukakan salah satu inovasi utama yang kini menjadi fondasi smart city Surabaya adalah penerapan SITS karena sistem tersebut memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real time melalui lebih dari 1.000 titik CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan.
"Teknologi itu membantu Pemkot Surabaya merespons kepadatan lalu lintas maupun insiden di jalan secara lebih cepat dan akurat," ujarnya.
Ia mengatakan penguatan sistem transportasi juga dilakukan melalui optimalisasi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) sebagai pusat mobilitas terpadu yang menghubungkan kendaraan pribadi dengan transportasi publik.
Dari TIJ, kata dia, masyarakat dapat langsung terhubung ke berbagai moda transportasi, termasuk akses bawah tanah menuju Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Seluruh parkir kendaraan dipusatkan di terminal tersebut guna mengurangi kepadatan di kawasan wisata.
"Tak hanya menjadi simpul transportasi, kawasan ini juga dilengkapi taman lalu lintas sebagai ruang edukasi interaktif bagi anak-anak," ujarnya.
Penerapan SITS tidak hanya membantu pengawasan lalu lintas secara langsung, tetapi juga mendukung integrasi sistem transportasi publik di Surabaya.
Melalui pemantauan arus kendaraan dan pengaturan mobilitas yang lebih efektif, layanan transportasi umum menjadi lebih terukur, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
"Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat jumlah penumpang transportasi umum pada 2023 mencapai 1,9 juta penumpang, kemudian meningkat menjadi 3,5 juta penumpang pada 2024, dan melonjak hingga 7 juta penumpang pada 2025," katanya.
Sementara, hingga Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum telah mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata sekitar 600 ribu penumpang per bulan.
"Secara kumulatif, total pengguna transportasi umum Surabaya sepanjang 2018 hingga 2025 tercatat lebih dari 17,3 juta penumpang," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026