Kami berharap bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan dukungan moral di tengah keterbatasan.

Surabaya (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Teman Baik mendistribusikan bantuan makanan hangat kepada warga terdampak krisis di Al-Obeid, Sudan, pada akhir April 2026 guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar di tengah keterbatasan pangan.

Manager Program Teman Baik Muhammad Pungky mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Sudan yang masih menghadapi situasi sulit.

“Bantuan hidangan hangat ini merupakan amanah dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara di Sudan. Kami berharap bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan dukungan moral di tengah keterbatasan,” katanya melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.

Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang terdampak langsung krisis, khususnya kelompok rentan yang mengalami kesulitan akses terhadap makanan.

Ia menambahkan, dalam kondisi krisis berkepanjangan, bantuan pangan menjadi intervensi yang penting karena dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain memenuhi kebutuhan makan, bantuan tersebut juga diharapkan menjadi simbol solidaritas lintas negara yang mampu menjaga harapan warga untuk bertahan.

Program tersebut terlaksana berkat dukungan para donatur yang menyalurkan bantuan melalui Teman Baik.

Pihak Teman Baik menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur atas kontribusi yang diberikan dalam mendukung program kemanusiaan tersebut.

Menurut mereka, dukungan berkelanjutan menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan dapat terus menjangkau masyarakat terdampak krisis.

Melalui kegiatan itu, Teman Baik berharap semangat kepedulian dan solidaritas dapat terus tumbuh di tengah upaya membantu warga menghadapi kondisi yang belum sepenuhnya stabil.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026