Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kunjungan Bupati Jember Muhammad Fawait ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI) di Jakarta untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia di daerah guna menjamin keamanan dan kualitas tenaga kerja asal daerah yang hendak mengadu nasib di luar negeri.
Bupati Jember yang biasa dipanggil Gus Fawait itu disambut langsung oleh Sekjen Kementerian PPMI Dwiyono, Rabu.
"Kami melakukan audiensi dan menegaskan komitmen untuk membangun ekosistem perlindungan yang lebih kokoh bagi para pekerja migran di daerah," tuturnya.
Menurutnya, fokus utama audiensi tersebut adalah sinkronisasi program pusat dan daerah guna memastikan warga Jember yang bekerja di luar negeri mendapatkan pengawasan dan hak-hak yang maksimal.
"Alhamdulillah, kami hadir di Kementerian untuk memperkuat sinergi pelindungan warga kami. Sembari menunggu persetujuan dari MenPANRB terkait pembentukan P4MI, lalu layanan bagi rekan-rekan PMI saat ini sudah bisa diakses secara terpadu melalui Mall Pelayanan Publik (MPP)," katanya.
Ia menjelaskan, langkah nyata telah diambil dengan mengintegrasikan layanan administrasi PMI di MPP Jember dan pihaknya tengah mengupayakan berdirinya Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Jember.
Menyadari pentingnya keahlian sebelum keberangkatan, Gus Fawait juga mengumumkan program strategis berupa pelatihan bagi 1.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang merupakan program kolaborasi antara Pemkab Jember, KPPMI, dan Kemenaker yang akan diselaraskan dengan Program Magang Nasional.
"Target utama dari pelatihan masif itu adalah untuk membekali putra-putri daerah dengan skill yang relevan dengan kebutuhan pasar global, termasuk meminimalisasi potensi kendala kerja atau kecelakaan kerja melalui pemahaman prosedur yang benar dan menjadikan sektor itu sebagai penggerak utama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember," ujarnya.
Ia mengatakan, para pekerja migran bukan sekadar pencari nafkah, melainkan pahlawan devisa yang martabatnya wajib dijunjung tinggi oleh negara, sehingga pemerintah daerah ingin memastikan setiap putra-putri Jember berangkat dengan bekal terbaik.
"Dengan kompetensi yang mumpuni, risiko kerja bisa kita tekan sekecil mungkin. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam memuliakan pahlawan devisa sekaligus memutus rantai kemiskinan di Jember," katanya.
Pewarta: Zumrotun SolichahUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026