Surabaya (ANTARA) - Naung Group Hospitality menghadirkan restoran Senses yang merupakan destinasi modern Asian dining berlokasi di kawasan Citraland, Surabaya untuk memperkaya kuliner premium yang semakin diminati masyarakat urban.

“Senses dirancang sebagai ekosistem hospitality terintegrasi yang menggabungkan restoran, bakery artisan Something Baked, serta bar speakeasy Apostrophe,” kata Chief Executive Officer Naung Group Andrew Zefanya di Surabaya, Minggu.

Pendekatan yang digunakan Senses tidak hanya berfokus pada hilir tetapi juga memperkuat sisi hulu melalui strategi pengadaan bahan baku lokal yang autentik.

Penggunaan bahan yang diambil langsung dari daerah asalnya menjadi bagian dari upaya menciptakan keunggulan kompetitif sekaligus membuka potensi ekonomi yang lebih luas.

Sebagai contoh, Senses menghadirkan kulat mushroom dari Bangka dengan karakter rasa earthy yang khas, andaliman dari dataran tinggi Karo dengan profil rasa unik, serta program “catch of the day” yang menghadirkan ikan segar hasil tangkapan nelayan dari Bali, perairan Madura, dan Gresik.

Pendekatan ini tidak hanya menjaga kualitas dan autentisitas produk tetapi juga membentuk skema pasar yang lebih inklusif dengan melibatkan petani, nelayan, serta produsen lokal sebagai bagian dari rantai nilai. 

Dengan mempersingkat jalur distribusi dan membangun hubungan langsung dengan sumber bahan, Senses menciptakan efisiensi sekaligus stabilitas pasokan sehingga berdampak pada keberlanjutan bisnis.

Di sisi lain, strategi ini juga membuka peluang pengembangan pasar bagi komoditas lokal untuk naik kelas ke segmen premium seiring meningkatnya permintaan terhadap bahan berkualitas tinggi dengan identitas yang kuat.

Menu yang dihadirkan di Senses merupakan interpretasi modern dari kuliner Asia yang menggabungkan teknik kontemporer dengan kekayaan tradisi.

Setiap hidangan tidak hanya dirancang untuk memberikan pengalaman rasa tetapi juga membawa narasi tentang asal-usul bahan dan prosesnya sehingga menciptakan nilai tambah yang memperkuat daya saing di pasar.

Corporate Chef Slamet Priyono atau Chef Mamet menekankan pentingnya keseimbangan antara rasa, teknik, dan penghormatan terhadap bahan sebagai fondasi utama dalam pengembangan menu.

Sebagai bagian dari proses pengembangan, tim Senses juga melakukan eksplorasi ke berbagai daerah di Indonesia termasuk Bali, untuk memahami lebih dalam potensi bahan baku, budaya kuliner, serta peluang kolaborasi dengan komunitas lokal.

Pendekatan ini menjadi dasar dalam membangun konsep yang tidak hanya relevan secara pasar tetapi juga memiliki kedalaman dari sisi budaya dan ekonomi.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026