Sampang (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur kini mulai menerjunkan tim untuk mengusut laporan warga tentang praktik pembuangan limbah dapur MBG ke lahan pertanian warga di wilayah itu.

Sekretaris Satgas MBG Sampang Sudarmanto di Sampang, Senin, menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, limbah dapur MBG yang dibuang ke lahan pertanian dan menuai protes warga itu terjadi di Kecamatan Tambelangan.

"Karena itu, hari ini kami menerjunkan tim, melakukan pengecekan ke lokasi yang dilaporkan warga tersebut," katanya.

Menurut Sudarmanto, tindakan membuang limbah ke lahan pertanian itu merupakan bentuk pelanggaran dari standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pengelola dapur MBG atau SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), seharusnya membuang limbah pada tempat pembuangan khusus dan tidak membuang secara sembarangan, sehingga tidak mencemari lingkungan.

"Semua tata kelola itu harus sesuai SOP, dan itu wajib dipatuhi oleh pihak SPPG," kata Sudarmanto, menegaskan.

Sebelumnya, protes terkait pembuangan limbah dari dapur MBG di Kecamatan Tambelangan, Sampang ini menyebar di sejumlah platform media sosial.

Limbah buangan dari dapur MBG itu menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat. Padahal, sesuai ketentuan, seluruh pemilik dapur diwajibkan memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai agar sisa produksinya tidak mencemari lingkungan.

Limbah dapur MBG yang mencemari lingkungan dan lahan pertanian ini berupa limbah padat dan cair.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026