Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Badan Nasional Pertanahan (BPN) Jawa Timur menggandeng Universitas Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto dalam upaya untuk membantu percepatan sertifikasi tanah di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Kanwil BPN Jatim Asep Heri di Surabaya, Kamis mengatakan melalui kerja sama itu, mahasiswa dan juga santri dari universitas tersebut akan menjadi relawan dalam program percepatan sertifikasi tanah.
"Para santri dan mahasiswa tersebut diberikan pembekalan sehingga paham harus mengerjakan apa, harus membantu apa di lapangan," katanya di sela kegiatan penandatanganan di lingkungan pendidikan Amanatul Ummah Surabaya.
Mahasiswa tersebut akan terlibat dalam dua gerakan yakni gerakan bersama masyarakat pemasangan tanda batas (Gema Patas) dan gerakan bersama masyarakat pengumpulan data-data yuridis (Gema Puldadis)
Para santri dan mahasiswa yang tergabung dalam relawan Laskar Karomah itu akan melaksanakan berbagai tugas seperti pengumpulan data fisik, memasang patok maupun data yuridis, mengumpulkan bukti kepemilikan, dan lainnya.
"Dalam kesempatan itu juga diberikan sertifikat wakaf, tempat ibadah dan juga sertifikat hak pakai aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan itu mengapresiasi kerja keras dari Kanwil BPN Jatim yang membantu proses percepatan sertifikasi tersebut.
"Ini menjadi penting karena aset ini kan di seluruh Jawa Timur. Nanti kalau tidak tersertifikasi, kemudian batas-batas bidang lahannya juga tidak dilakukan dengan patok-patok. Itu bisa berkurang karena patoknya juga bisa berpindah," katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kiai Asep Saifuddin Chalim mengatakan para santri yang dilibatkan tersebut akan membantu operasional seperti memasang patok pemilik tanah dan juga pihak terkait lainnya terutama mereka yang mengurus tanah.
"Karena untuk pemasangan patok, semua yang terlibat harus rela dan senang," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026