Pamekasan - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP M Romahurmuziy mulai melakukan pendekatan kepada sejumlah tokoh ulama di Madura, guna mendapatkan dukungan politik pada pemilu legislatif 2014. "Ulama memiliki peran penting dalam ikut menguatkan dukungan terhadap PPP pada pemilu 2014," kata Romahurmuziy seusai melakukan pertemuan dengan pengasuh pondok pesantren Banyuayar, Pamekasan, Sabtu. Ia menjelaskan PPP merupakan salah satu partai Islam yang akan menjadi peserta pemilu legislatif 2014. Oleh karenanya, dukungan dari kalangan tokoh Islam, termasuk pada ulama di Madura sangat dibutuhkan. Disamping itu, kata dia, kedatangannya ke sejumlah tokoh ulama di Pamekasan itu juga dalam rangka menguatkan komitmen partai, bahwa PPP merupakan rumah besar umat Islam di Indonesia. Salah satunya dengan memperkokoh hubungan antara para fungsionaris partai dengan tokoh ulama PPP, serta merekatkan hubungan dengan para ulama dari partai Islam lainnya yang tidak akan menjadi peserta pemilu 2014 nanti. "Hal ini, juga kami lakukan untuk menepis anggapan bahwa partai Islam telah memasuki senja kala seperti yang selama ini disampaikan para analis politik di negeri ini," kata Romahurmuziy. Memang, sambung anggota DPR RI itu, kecenderungan kepercayaan terhadap partai Islam kini kian menurun, seiring dengan oknum fungsionaris partai yang selama ini diduga terlibat kasus-kasus korupsi, baik di daerah, maupun di tingkat pusat. Sehingga, asumsi publik tentang partai Islam adalah sama saja dengan partai nasionalis, bahkan terkesan lebih parah. "Makanya dalam rangka ini pula kami turun ke daerah ini, untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dari para tokoh ulama ini," katanya menjelaskan. Selain itu, kata "Romy" sapaan karib Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy itu, kedatangannya ke Pamekasan itu juga untuk mengupayakan penggabungan alamiyah kepada sejumlah fungsionaris partai berbasis Islam, seperti Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) dengan PPP. Romi menyatakan, penggabungan alamiyah penting dilakukan dan PPP perlu melakukan pendekatan karena dalam realitas politik terutama pemilu legislatif juga ditentukan oleh kondisi sosial dimana masyarakat itu tinggal. "Artinya meskipun di tingkat pusat PKNU sudah menyatakan bergabung dengan Gerindra, tapi belum tentu semua kader PKNU mau bergabung. Disinilah maka kami berupaya melakukan penggabungan alamiyah ini," katanya menjelaskan. Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy datang ke Pamekasan didampingi Ketua DPW PPP Jatim Musyafa Noer dan sejumlah fungsionaris partai berlambang kabah itu. Pertama kali Romi menggelar silaturahim dengan pengasuh pondok pesantren Banyuanyar KH Syamsul Arifin dan selanjutnya ke pengasuh pondok pesantren Al-Mujtamak, Plakpak, Pegantenan dan terakhir melakukan pertemuan dengan ulama PKNU KH Hamid Mannan Munif di Laden, Pamekasan. Di Banyuanyar dan pondok pesantren Plakpak, Sekjen DPP PPP ini menyarahkan gambar partai berlambang kabah dalam ukuran besar, sedangkan di kediaman KH Hamid Mannan pertemuan berlangsung tertutup untuk wartawan. (*)
Berita Terkait
Romahurmuziy Pimpin PPP 2014-2019
16 Oktober 2014 14:22
PCNU Madura Raya Perkuat struktural ranting dan ekonomi
25 Desember 2025 05:02
Sebanyak 350 ulama Madura patungan beli tembakau petani
20 Agustus 2025 04:57
Ulama Madura doakan Prabowo- Gibran menang satu putaran
26 Desember 2023 22:07
Bassra sampaikan tausiah seputar politik dan RUU Kesehatan
27 Mei 2023 23:00
Gubernur Khofifah: Pengembangan Madura dan kepulauan butuh dukungan ulama
8 Januari 2023 16:46
Ulama Madura gelar istighasah dukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024
26 Juni 2022 21:45
Menko Polhukam silaturahim dengan ulama Madura di Sampang
25 Desember 2021 22:39
