Kabupaten Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memberikan pelatihan hilirisasi dan industrialisasi bahan olahan jagung menjadi produk bernilai tinggi kepada pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) di Desa Sidomulyo Kecamatan Wonoasri, guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan bahwa program hilirisasi merupakan strategi utama pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya jagung, yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian terbesar di Kabupaten Madiun, selain padi," ujar Bupati Hari Wuryanto dalam kegiatan pelatihan tersebut di Kantor Desa Sidomulyo Kecamatan Wobkasri, Madiun, Selasa.

Menurut dia, dalam pelatihan tersebut Pemkab Madiun menggandeng akademisi yakni Ketua Program Studi S1 Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Jaka Aminata serta mendapat pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan penguatan IKM dan kewirausahaan tersebut diikuti oleh 20 peserta dari DTSEN yang berlangsung pada tanggal 7-9 April 2026, dengan harapan mampu menciptakan pelaku usaha baru yang mandiri dan berkelanjutan.

"Jagung tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti keripik jagung, sari jagung, cookies, hingga kerupuk jagung. Inilah bentuk nyata penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dalam pelatihan ini," kata Bupati.

Data Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mencatat realisasi panen jagung tahun 2025 di Kabupaten Madiun mencapai 8.096 hektare dengan jumlah produksi sekitar 53.775 ton. Jumlah tersebut menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan kedua setelah padi.

Potensi tersebut, lanjut Bupati, harus didukung dengan pengembangan industri pengolahan agar mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Pihaknya menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, dunia industri, akademisi dan para petani.

"Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai pusat agroindustri yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi," katanya.

Ketua Program Studi S1 Ekonomi Undip Semarang Jaka Aminata dalam kesempatan itu menyatakan program tersebut selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi berbasis desa.

Pihaknya juga memberikan masukan terkait penguatan model ekonomi hilirisasi berbasis potensi desa. Hal tersebut semakin memperkuat arah kebijakan serta implementasi program hilirisasi produk pertanian jagung di Kabupaten Madiun.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026