Sidoarjo - Petugas Kepolisian Sektor Buduran Sidoarjo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Buduran, Sidoarjo, Selasa, menyusul terjadinya dugaan pembobolan brankas yang ada di sekolah tersebut. Kepala Kepolisian Sektor Buduran, Komisaris Polisi Hendy Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi terkait dengan peristiwa ini. "Saat ini kami masih memeriksa sejumlah orang saksi dalam peristiwa pembobolan brankas ini, termasuk di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap petugas keamanan yang kebetulan jaga pada saat kejadian," tuturnya. Ia mengemukakan, dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi tersebut diharapkan mampu mengungkap siapa pelaku pembobolan brankas tersebut. "Doakan saja kasus pembobolan brankas ini bisa segera diketahui siapa pelakunya dan segera ditangkap," ucapnya. Ia mengemukakan, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan terkait dengan keterlibatan orang dalam pada peristiwa pembobolan brankas ini. "Semua kemungkinan itu masih di dalami dan kami masih belum berani menyimpulkan terkait kasus pembobolan brankas ini," ujarnya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 2 Buduran, Pudji mengatakan, uang yang ada di dalam brankas tersebut diperkirakan lebih dari Rp200 juta. "Uang tersebut sedianya akan digunakan untuk kegiatan sekolah," katanya.(*)
Berita Terkait
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
