Jakarta (Antara) - TNI Angkatan Darat memilih untuk membeli helikopter serbu jenis Black Hawk daripada Apache dari Amerika Serikat, lantaran persoalan selisih harga. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata KSAD usai penandatanganan MoU (nota kesepahaman bersama) antara Mabes TNI AD, PT Pertamina Persero dan PT BRI Persero Tbk di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin. Menurut dia bahwa pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Ia tidak menyebut selisih harga yang jelas Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat. "Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," kata Pramono. Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kementerian Pertahanan," ujarnya. (*)
Berita Terkait
TNI AU kerahkan RSAU bantu identifikasi korban pesawat ATR 42-500
19 Januari 2026 15:42
TNI AD jelaskan penemuan puing pesawat ATR 42-500
19 Januari 2026 14:59
TNI AU kerahkan Korpasgat usai titik pesawat ATR 42-500 diketahui
18 Januari 2026 12:38
President Prabowo issues strategic directives to military elites
17 Januari 2026 22:15
TNI AU kerahkan helikopter bantu cari pesawat hilang kontak di Maros
17 Januari 2026 21:30
Jembatan desa terendam banjir, TNI-Polri bangun akses darurat warga
14 Januari 2026 20:32
