Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan kondisi infrastruktur jalan tol tetap baik dan siap mendukung kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah, guna memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi para pengguna jalan di berbagai ruas utama.
Dody mengatakan pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga, terutama di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung.
“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran," kata Dody dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dody didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau kesiapan infrastruktur jalan tol agar aman dan nyaman bagi pengguna jalan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan terkendali dengan dukungan kesiapan infrastruktur jalan tol yang aman dan nyaman.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi, volume lalu lintas yang meningkat, serta masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan, berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang.
"Apabila ditemukan kondisi tersebut, kami instruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik,” kata Dody.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar.
Setelah periode puncak arus balik 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, kata Rivan, peningkatan arus balik yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga akan dapat dikelola dengan lebih baik lagi bersama dengan para pemangku kepentingan terkait.
Ia memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat terutama selama periode arus balik periode kedua yakni 28-29 Maret, khususnya bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta.
"Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol,” ujar Rivan.
Ia mengatakan atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga saat ini mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti one way dan contraflow.
Kebijakan itu ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan pantauan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari arah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang ABC, Jalan Tol Semarang-Solo hingga Jalan Tol Solo-Ngawi.
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama, termasuk kondisi jalan dan fasilitas rest area guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
Evaluasi dan penataan rest area, lanjut Rivan, terus dilakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas.
Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72.
"Sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol mengalami kepadatan,” tambah Rivan.
Ia menyebutkan berdasarkan data hingga Jumat (27/3) tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026.
"Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 25 persen pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026," tutur Rivan.
Kendati demikian, ia memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal guna menjaga arus balik tetap terkendali.
Jasa Marga juga memastikan seluruh ruas tol dalam kondisi optimal tanpa adanya pekerjaan konstruksi besar selama periode arus mudik dan balik.
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026