Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 4.000 warga dalam program mudik gratis Lebaran 1447 Hijriah di Surabaya, Kamis, sekaligus menerima penghargaan rekor nasional atas pembangunan palang pintu kereta api terbanyak.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta mudik. Semoga perjalanan ini menjadi awal kebahagiaan, mempererat tali kekeluargaan, serta membawa keberkahan bagi panjenengan semua,” ujar Khofifah.
Program mudik gratis Pemprov Jatim tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta meringankan beban biaya transportasi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pada tahun 2026, Pemprov Jatim menyediakan berbagai moda transportasi, meliputi bus, truk pengangkut sepeda motor, serta kapal laut untuk penumpang dan kendaraan roda dua.
Selain itu, tersedia layanan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Jakarta–Surabaya bagi warga perantauan.
Khusus moda bus, disiapkan 158 unit armada non-ekonomi, terdiri atas 58 unit bus AKAP yang telah memberangkatkan 2.230 pemudik dari Jakarta pada 18 Maret 2026, serta 100 unit bus Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk 20 jurusan di Jawa Timur.
“Terima kasih. Ini bagian dari layanan publik yang ingin kita maksimalkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Jawa Timur," katanya.
Disampaikan bahwa keberangkatan pemudik dari Jakarta ke Jawa Timur sebelumnya telah dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan dengan jumlah sebanyak 2.230 warga Jawa Timur.
Sementara itu, pada hari ini akan diberangkatkan kembali 4.000 warga Jawa Timur menuju 20 titik tujuan menggunakan 100 bus, dengan masing-masing bus mengangkut sekitar 40 orang.
"Kemudian pada 15 Maret lalu, kita juga memberangkatkan melalui kapal laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi, baik untuk mudik maupun balik, dengan total 3.000 penumpang. Jadi total keseluruhan mencapai 9.230 orang,” tambahnya.
Selain itu, seluruh armada bus telah dilengkapi Global Positioning System (GPS) yang terhubung dengan aplikasi Transjatim Ajaib untuk memudahkan pemantauan perjalanan oleh keluarga pemudik.
"Semua armada bus bisa di pantau posisinya melalui Transjatim ajaib, sehingga keluarga yang menunggu kedatangan pemudik bisa mendapat kepastian waktu perjalanan dan sampai mana posisi busnya," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menerima piagam dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor 12665/R.MURI/III/2026 sebagai pemrakarsa pembangunan palang pintu dan pos jaga perlintasan kereta api terbanyak, yakni 132 unit.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek keselamatan transportasi, sejalan dengan target menekan angka kecelakaan menuju zero accident, terutama di perlintasan sebidang kereta api.
Dari sisi ekonomi, program mudik gratis juga menjadi bentuk keberpihakan pemerintah dalam membantu masyarakat agar beban biaya perjalanan lebih ringan saat merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
