Sidoarjo (ANTARA) - ‎Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta standarisasi proyek jalan di Kabupaten Sidoarjo untuk keselamatan publik di kabupaten setempat.

Ia menyoroti kerusakan jalan yang baru saja diperbaiki di wilayah Krian Sidoarjo sekitar dua pekan lalu itu dilaporkan sudah kembali rusak, bahkan memicu kecelakaan berulang, terutama saat musim hujan.

Ia menilai kondisi tersebut sebagai indikasi kuat adanya ketidaksesuaian prosedur dalam proses pengerjaan karena kualitas pekerjaan infrastruktur tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

‎"Ini bukti bahwa pengaspalan yang dilakukan tidak menggunakan prosedur yang benar. Kalau sesuai standar, sebelum pengaspalan harus ada pembersihan, penguatan pondasi, hingga proses pelapisan yang tepat. Kalau itu dilakukan, tidak mungkin baru dua minggu sudah rusak," ujarnya.

‎Menurutnya, salah satu persoalan mendasar adalah dugaan tidak adanya standarisasi kompetensi pada pekerja atau kontraktor yang terlibat. Ia menegaskan akan melakukan pengecekan terhadap pihak-pihak yang mengerjakan proyek jalan di wilayah Sidoarjo.

‎"Saya akan cek apakah mereka memiliki sertifikasi kompetensi sesuai standar Kementerian PUPR. Kalau tidak punya, tidak layak mengerjakan proyek infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan publik," tegasnya.

‎Bambang juga menyinggung pentingnya penerapan standar teknis seperti yang pernah diterapkan di DKI Jakarta. Ia mencontohkan, dengan prosedur yang benar dan tenaga kerja tersertifikasi, jalan dapat bertahan hingga bertahun-tahun tanpa kerusakan berarti.

‎“Kalau dikerjakan dengan benar, jalan bisa bertahan sampai 10 tahun tanpa rusak. Ini yang harus kita kejar, bukan pekerjaan yang cepat rusak dan membebani anggaran daerah,” katanya.

Salah satu warga Septian Putra, mengatakan warga terpaksa melakukan perbaikan sementara secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan.

‎“Kami menutup lubang seadanya pakai pasir dan bahan yang ada. Tapi ini hanya sementara. Kami berharap segera ada perbaikan yang benar agar tidak ada korban lagi,” katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026