Madiun - Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir berlangganan selama tahun 2012 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tercatat mencapai Rp3,4 miliar melampaui target yang ditetapkan pemda setempat sebesar Rp3,3 miliar. "Dari pendapatan parkir berlangganan seperti itu, ada surplus sekitar Rp104 juta dari target yang telah ditetapkan," ujar Bupati Madiun, Muhtarom, Selasa. Menurut dia, terlampauinya target PAD dari sektor retribusi parkir berlangganan tersebut dipengaruhi oleh keberadaan sepeda motor baru di wilayah Kabupaten Madiun. Data Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Madiun mencatat, dalam sebulan, ada sekitar 1.500 unit motor baru bermunculan di wilayah setempat. Sehingga, jumlah motor baru dalam setahun menyentuh angka 18.000 unit. "Itu belum termasuk sepeda motor lama, roda empat atau mobil, dan lainnya. Jumlahnya tentu jauh lebih banyak lagi," kata Bupati. Pihaknya meminta, banyaknya pendapatan dari parkir berlangganan tersebut tentunya harus dibarengi dengan pelayanan maksimal dari petugas dinas terkait. Menurut Muhtarom, petugas atau juru parkir tidak boleh menarik iuran dari pemilik kendaraan bermotor yang mampu menunjukan bukti parkir berlangganan. Pelayanan parkir yang diterima warga yang mengikuti parkir berlanganan juga harus sama dengan non-berlangganan. Agar haknya terpenuhi, warga yang ikut program tersebut harus menempel bukti parkir berlangganan di kendaraannya, agar bisa dilihat petugas juru parkir. "Hal tersebut untuk menghindari penarikan parkir lagi saat di lapangan. Sebab, kebanyakan petugas tidak tahu jika stiker bukti parkir berlangganannya tidak dipasang di kendaraan bersangkutan," terangnya. Muhtarom menambahkan, meningkatnya pendapatan parkir berlanganan tersebut juga berpengaruh pada naiknya pelayanan Pemkab Madiun, khususnya perbaikan infrastruktur jalan. Menurutnya, PAD dari parkir juga digunakan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan di Kabupaten Madiun. Sementara, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo, mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pendapatan parkir belangganan. Tahun ini target parkir berlanganan melonjak hingga Rp3,6 miliar. "Dibandingkan tahun 2012 lalu, ada kenaikan target hingga Rp285 juta di tahun 2013. Kami optimistis bisa terealisasi karena pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Wijanto. Tidak hanya parkir berlangganan, pihaknya juga terus berusaha meningkatkan pendapatan retribusi parkir non-langanan. Dalam setahun, diharapkan pendapatan parkir non-langganan bisa mencapai Rp24,5 juta. Guna meraih target tersebut, Dishubkominfo akan mengerahkan sekitar 75 juru parkirnya untuk memenuhi setoran itu. (*)
Berita Terkait
Wamenkomdigi : Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 Januari 2026 17:46
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Khofifah di Grahadi
19 Januari 2026 20:55
ANTARA silaturahim dengan Gubernur Jawa Timur
19 Januari 2026 18:27
Reposisi ANTARA: tantangan kecepatan, independensi, dan pengawasan
14 Januari 2026 15:10
Sore ini, Derbi Indonesia antara Persib vs Persija digelar
11 Januari 2026 12:39
ANTARA dukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026
9 Januari 2026 16:40
Sertijab Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Timur
6 Januari 2026 16:22
KUHP beri batasan jelas antara kritik dan penghinaan
3 Januari 2026 11:18
