Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono meminta pengelola Terminal Purabaya Surabaya, Jawa Timur, melengkapi sistem informasi terkait keberangkatan dan harga tiket bus dengan teknologi modern guna memudahkan calon penumpang.
"Sistem informasi di terminal perlu diperbarui dengan teknologi yang lebih modern, seperti penggunaan videotron untuk menampilkan jadwal keberangkatan bus secara real time," katanya di sela peninjauan di Terminal Purabaya Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, transportasi merupakan sektor yang sangat dinamis sehingga sistem informasi harus mampu mengikuti perubahan secara cepat.
Ia juga menyoroti belum adanya pusat penjualan tiket terintegrasi di terminal karena saat ini calon penumpang masih membeli tiket langsung di masing-masing bus, yang dinilai kurang tertib.
Selain itu, dirinya mengingatkan agar kebijakan diskon tiket transportasi tidak diberikan tepat pada hari Lebaran karena berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang.
“Lebih baik diskon diberikan satu hingga tiga minggu sebelum Lebaran agar perjalanan lebih merata,” ujarnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur Bambang Hermanto, memastikan kesiapan sarana transportasi untuk menghadapi arus mudik tahun ini.
“Kami sudah melakukan ramp check terhadap bus-bus, termasuk bus pariwisata yang akan dijadikan cadangan. Tujuannya memastikan seluruh armada laik jalan dan aman digunakan saat angkutan Lebaran,” kata Bambang.
Menurutnya, ketersediaan armada di Jawa Timur dipastikan mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode mudik.
Di sisi prasarana, BPTD juga berencana memasang videotron besar di terminal untuk menampilkan jadwal keberangkatan bus serta informasi tarif kepada masyarakat.
“Videotron sedang dalam proses pengadaan. Nantinya masyarakat bisa melihat jadwal keberangkatan dan informasi tarif dengan jelas,” ujarnya.
Legislator minta Terminal Purabaya lengkapi sistem informasi
Sabtu, 7 Maret 2026 16:21 WIB
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (kiri) saat meninjau Terminal Purabaya Surabaya, Sabtu (7/3/2026) ANTARA/Indra Setiawan/vft.
