Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menyatakan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah SIdoarjo, Jawa Timur, pada musim hujan tahun ini lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu.

"Pada musim hujan kali ini atau selama periode Januari hingga Februari 2026 terdapat 20 kasus DBD dengan korban satu orang meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuanita, dalam keterangannya di Sidoarjo, Senin.

Angka tersebut menurut Lakhsmie berada jauh di bawah angka kasus pada tahun 2025 yang mencapai 85 kasus, dengan 20 kasus pada Januari 2025 sementara 65 kasus pada Februari 2025.

Meski demikian, Lakhsmie menegaskan kepada masyarakat Kabupaten Sidoarjo untuk tetap waspada terhadap penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Ia meminta masyarakat untuk lebih banyak melakukan pencegahan terutama pada musim hujan seperti kali ini dengan menjalankan pola hidup sehat 3M Plus yakni menguras tempat air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kawat kasa atau kelambu anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan tidak menggantung pakaian.

"Kami imbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dengan menjalankan 3M Plus," kata Lakhsmie.

Dengan catatan baik penurunan kasus DBD di Sidoarjo, ia berharap persebaran penyakit tersebut di wilayah terkait di masa depan dapat semakin terkendali melalui tingkat kesadaran masyarakat dalam hidup sehat dan bersih.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026