Kediri (ANTARA) - Ikatan Keluarga Besar Isteri (IKBI) PG Ngadiredjo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membagikan paket bahan pokok ke warga, sebagai bentuk perhatian sekaligus membantu masyarakat untuk mencukupi bahan pokok di bulan Ramadhan.
Ketua IKBI PG Ngadiredjo Kediri Yunita Nilam Sari, Sabtu mengemukakan pihaknya membagikan total 110 paket yang berisi bahan pokok warga.
"Kami bagikan paket bahan pokok. Ada juga santunan uang tunai untuk 10 anak yatim dari dua desa, yaitu Desa Tales (Kecamatan Ngadiluwih) dan Desa Jambean (Kecamatan Kras)," katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri.
Pihaknya mengatakan pemberian paket bahan pokok serta santunan ke anak yatim tersebut sebagai wujud apresiasi kepada warga.
Perempuan yang disapa Ibu Wayan ini menyadari, saat musim giling tiba aktivitas pabrik mungkin sedikit banyak memberi dampak pada warga.
"Dan melalui kegiatan ini sebagai bentuk perhatian dan tali asih agar silaturahmi kami tetap terjaga," kata dia.
Ia berharap dengan kegiatan bakti sosial dan santunan yatim di bulan suci Ramadhan ini bisa mengetuk pintu langit dan doa agar giling 2026 berjalan lancar dan kembali bisa melebihi target yang sudah dicanangkan.
"Kami mohon doa restu semoga PG Ngadiredjo tetap diberi kelancaran dan memberi berkah kepada masyarakat sekitar," kata dia.
Pabrik Gula Ngadirejo Kabupaten Kediri, pada musim giling 2025 merealisasikan proses giling tebu hingga 10 juta kuintal. Jumlah itu sesuai dengan target pada musim giling tersebut.
General Manager PG Ngadiredjo Kabupaten Kediri Wayan Mei Purwono mengungkapkan saat musim giling 2025, perusahaan mampu memproduksi gula sebanyak 80 ribu ton.
Tebu yang dihasilkan petani pada musim giling 2025 ini juga relatif bagus. Jika musim giling tahun lalu rata-rata rendemen 8,12, di musim giling 2025 tersebut bisa di atas 8,12.
Dengan kapasitas mesin pabrik 5,5 ribu ton cane per day (TCD), PG Ngadiredjo optimistis mampu menggiling tebu hingga 11 juta kuintal, atau lebih dari target.
PG Ngadiredjo Kabupaten Kediri selama ini mengelola tanaman tebu dengan luas lahan sekitar 12 ribu hektare yang terbagi dari pertanian di Kediri dan sekitarnya.
Dari luas lahan 12 ribu hektare tersebut, 85 persen di antaranya merupakan milik petani, sementara sisanya milik pabrik gula.
Untuk persiapan musim 2026, PG Ngadiredjo sudah mempersiapkan diri dari segi on farm dan off farm. Dari sisi tanaman PG Ngadiredjo kini juga melaksanakan program Kementerian Pertanian untuk tanam tebu perdana bongkar ratoon.
Petani PG Ngadiredjo menerima bantuan bibit dan operasional untuk lahan 2.900 hektare.
"Kami optimistis di musim depan produktivitas bahan baku tebu PG Ngadiredjo meningkat dan petani lebih sejahtera," kata Wayan Mei.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026