Situbondo (ANTARA) - Kepemimpinan Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan wakilnya Ulfiyah, genap satu tahun, sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025.
Sejak dilantik itu pula, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo yang sama-sama kelahiran 1984 ini (41), mulai mengabdikan dirinya untuk membawa "Kota Santri" itu menjadi lebih baik, maju, dan masyarakatnya juga sejahtera, dengan jargon "Situbondo Naik Kelas".
Gaya kepemimpinan Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah, memulai dari mengubah pola berpikir warga masyarakatnya, diiringi dengan berbagai terobosan dan implementasi solusi kreatif, serta transformasi guna memecahkan permasalahan yang kompleks.
Pada Juli 2025, atau empat bulan menakhodai kabupaten dengan penduduk sekitar 700.000 jiwa ini, Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah, mendeklarasikan Situbondo sebagai "Kabupaten UMKM", dan saat itu dihadiri oleh Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Y Moraza.
Bupati Rio punya keyakinan bahwa pengembangan UMKM merupakan kunci utama untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah itu.
Ketika pemerintah pusat mengambil kebijakan efisiensi anggaran, UMKM diyakini menjadi juru selamat daerahnya, yang sebelumnya biasa saja, kini, bisa naik kelas.
Seiring waktu, pascadeklarasi Situbondo sebagai "Kabupaten UMKM", pelaku UMKM tumbuh signifikan, bahkan, kini mencapai sekitar 38 ribu, dari sebelumnya sekitar 30 ribu.
Kebijakan Kabupaten UMKM bukan slogan semata, melainkan komitmen pemerintah daerah setempat memberikan kemudahan perizinan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil, termasuk memfasilitasi akses permodalan, dan pelatihan pemasaran digital.
Tumbuh kembang UMKM Situbondo berdampak kepada pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi Situbondo pada triwulan II/2025 (April, Mei, Juni) mencapai 5,95 persen, dan pada triwulan III/2025 kembali naik menjadi 6,16 persen.
Pada triwulan III/2025, ekonomi di kabupaten wilayah tapal kuda itu tumbuh 6,16 persen, lebih tinggi dari capaian Provinsi Jatim dan nasional. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim pada triwulan III/2025 di angka 5,22 persen, sedangkan capaian rata-rata nasional berada di 5,04 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Situbondo menyebutkan, berkembangnya pengusaha UMKM juga berdampak pada menurunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Situbondo, dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada tahun 2025.
Menurunnya angka pengangguran terbuka mencerminkan meningkatnya kemampuan pasar kerja di daerah itu dalam menyerap tenaga kerja baru.
Program "Situbondo Investor Day" yang digagas Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah, menjadi gerbang investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Program ini menjadi jembatan antara potensi kekayaan alam Situbondo dengan pemilik modal atau investor, sehingga daerah tersebut diposisikan sebagai tujuan investasi yang menjanjikan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan.
Bahkan, Pemkab Situbondo mempercepat perumusan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah Insentif Investasi dalam upaya memperkuat daya saing wilayah setempat. Pembentukan Raperda Insentif Investasi itu untuk memudahkan investor berinvestasi.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo mencatat realisasi investasi pada 2025 meningkat menjadi Rp1 triliun dibanding 2024 di angka Rp590 miliar, atau naik 66 persen.
Nilai investasi terbesar pada 2025 adalah, Pabrik Gula Assembagoes mencapai Rp800 miliar untuk biaya modernisasi pabrik gula.
Ada pula penanaman modal asing atau PMA, yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, dan Desa/Kecamatan Banyuglugur.
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), muncul dalam bentuk pusat perbelanjaan, antara lain Roxy, KDS, dan pembangunan hotel, serta usaha-usaha lainnya.
Setahun kepemimpinan Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah, juga memiliki kepedulian terhadap akar budaya, dengan menghidupkan kembali marwah Kota Besuki.
Dengan merevitalisasi Pendopo Pate Alos dan eks Kewedanan Besuki, menjadi upaya pelestarian sejarah panjang yang telah ada sejak masa Hindia Belanda.
Pendopo dan Kewedanan Besuki yang terletak di wilayah barat Situbondo, tepatnya di Kecamatan Besuki, pada masa itu menjadi pusat administrasi dan pemerintahan di wilayah Keresidenan Besuki, membawahi Situbondo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi.
Pemkab Situbondo akan terus menekan angka kemiskinan, selain melalui berbagai program bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi, juga dilakukan lewat pengembangan pariwisata. Objek wisata itu tidak melulu tentang keindahan alam, namun bisa juga dari peninggalan Kolonial Belanda.
Nantinya, Pendopo Pate Alos dan Kewedanan Besuki menjadi satu kawasan warisan budaya, sehingga akan tumbuh simpul-simpul ekonomi baru di wilayah barat Situbondo, seperti pembangunan hotel, termasuk pusat kuliner.
Pengembangan UMKM di bidang pertanian, perikanan, pariwisata alam, maupun pariwisata sejarah dan sektor lainnya diharapkan menjadi instrumen untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dengan instrumen tersebut, tingkat kemiskinan akan terus menurun, dan langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada masa kepemimpinan Rio-Ulfiyah, angka kemiskinan menurun dari 80.170 jiwa menjadi 78.020 jiwa atau turun 0,34 persen dari sebelumnya 11,51 persen.
Angka kemiskinan Situbondo pada tahun 2024 sebesar 11,51 persen dari jumlah penduduk sekitar 700.000 jiwa, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 11,17 persen.
"Ujung dari perjalanan kepemimpinan kami, nantinya ya mengurangi kemiskinan," kata Bupati Rio.
Strategi yang dijalankan oleh Pemkab Situbondo saat ini menjadi perpaduan apik melalui investasi dan digitalisasi UMKM, serta pelestarian cagar budaya.
Keterlibatan aktif masyarakat yang telah mengubah mindset atau pola pikirnya, Kabupaten Situbondo optimistis berjalan maju menuju masa depan yang lebih sejahtera, atau Situbondo "naik kelas".
Lompatan ekonomi Situbondo di tengah efisiensi anggaran
Sabtu, 21 Februari 2026 9:46 WIB
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo didampingi Wakil Bupati Ulfiyah dan pimpinan OPD saat konferensi pers. ANTARA/Novi Husdinariyanto
