Situbondo (ANTARA) - Polres Situbondo, Jawa Timur, memastikan ledakan yang menghancurkan rumah dan mengakibatkan enam korban mengalami luka bakar dan patah tulang dan satu korban lainnya meninggal dunia karena ledakan dari serbuk petasan.
Pada Rabu (18/2) sekitar pukul 12.00 WIB, rumah milik Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumahnya.
"Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim, pada hari ini olah TKP dan mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan," kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie di Situbondo, Kamis.
Belasan barang bukti yang berhasil diamankan polisi, lanjut dia, di antaranya selongsong petasan, alat gulung selongsong, sumbu petasan, CCTV, pakaian dan lainnya.
Menurut Kapolres Bayu, dengan ditemukannya belasan barang bukti di lokasi ledakan yang menewaskan satu orang dan enam orang luka parah itu adalah bahan petasan.
"Ledakan tersebut dipicu oleh bahan petasan, bukan bahan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau daya ledak rendah," kata dia.
Kapolres menyampaikan belum bisa menjelaskan kronologi ledakan dari bahan petasan itu, mengingat enam korban belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani penanganan medis di rumah sakit akibat luka bakar.
Lima orang korban selamat hingga saat ini masih dirawat intensif di RSUD Asembagus, dan satu orang atas nama Abdur Rahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember.
"Kami belum bisa meminta keterangan korban, karena mereka masih menjalani penanganan medis, dan rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen," kata Bayu.
Kapolres menambahkan, untuk rumah terdampak ledakan petasan itu tercatat sebanyak 12 rumah, dan satu rumah di antaranya rusak total, selebihnya mengalami kerusakan ringan dan berat.
"Kerusakan rumah terdampak ledakan ada 12 unit, satu rumah yang menjadi tempat peristiwa ledakan hancur," ujar dia.
Adapun tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang, dan satu korban lainnya atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Enam korban selamat yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah dibawa ke RSUD Asembagus, sedangkan satu korban Abdurrahman (15) dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dan dirujuk lagi ke RSUD dr. Soebandi Jember, karena mengalami luka bakar cukup parah hingga 90 persen.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026