Surabaya (ANTARA) - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menggelar istighotsah untuk mendoakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam persidangan kasus dana hibah Jatim, Kamis.
“Kami beristighotsah dan berdoa agar Ibu Khofifah diberi kekuatan, ketabahan, serta keadilan dalam menghadapi proses ini," kata Ketua Umum JKSN Asep Saifuddin Chalim, di Surabaya, Rabu malam (11/2).
Kiai Asep berharap para aparat penegak hukum diberi kejernihan berpikir dalam menangani kasus tersebut.
Ia menilai pemeriksaan tersebut tidak lepas dari isi berita acara pemeriksaan (BAP) almarhum Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, yang menurutnya perlu dicermati secara rasional.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu menegaskan penegakan hukum harus mengedepankan rasionalitas, objektivitas, dan keadilan.
Jika terdapat persoalan yang berdasar hukum, lanjutnya, maka proses harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penegakan hukum hendaknya benar-benar berorientasi pada keadilan dan kebenaran, bukan pada kepentingan lain,” ujar pria yang juga Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Ia menambahkan, istighotsah digelar bersama para ulama yang tergabung dalam JKSN sebagai ikhtiar spiritual agar seluruh proses hukum berjalan dengan adil serta membawa kebaikan bagi semua pihak.
Selain itu, pihaknya juga memohon agar agenda silaturahim alim ulama dan rakernas Pergunu dan JKSN yang dijadwalkan pada 14 Februari 2026 dapat berlangsung lancar dan membawa keberkahan.
Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jamari Chaniago, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.
