Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) menunjuk Ponorogo sebagai lokasi peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 sekaligus peluncuran GAM Media Network, jaringan media pesantren se-Indonesia.

"Ini bagian dari roadmap untuk memperkuat posisi pesantren di tingkat nasional maupun internasional, termasuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO," ujar Sekretaris Jenderal JKSN KH Zahrul Azhar Asumta usai bertemu Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di Rumah Dinas Pringgitan Kabupaten Ponorogo di Ponorogo, Jumat.

Ia mengatakan pemilihan Ponorogo karena memiliki alasan historis yang kuat.

Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya pesantren di Nusantara, tepatnya Pesantren Gebang Tinatar di Desa Tegalsari, Jetis, yang berdiri pada abad ke-17 dan melahirkan banyak ulama besar.

Dia mengatakan sejak ratusan tahun lalu pesantren telah menjadi pusat pendidikan sekaligus pengembangan kebudayaan.

"Hubungan antara pesantren dan budaya itu sangat kuat, di Ponorogo kulturnya sudah terbentuk sejak 300 tahun lalu," kata Gus Hans --sapaan akrab Zahrul Azhar.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyambut baik penunjukan Ponorogo sebagai tuan rumah sekaligus peluncuran GAM Media Network.

Ia menilai pesantren memiliki peran penting bukan hanya pada pendidikan agama, tetapi juga pembentukan karakter santri.

"'Gerakan Ayo Mondok' ini sangat bagus. Pesantren tidak hanya mengajarkan ngaji, tetapi juga mentransfer karakter melalui keteladanan para kiai. Hal ini jarang ditemukan di dunia manapun," kata Sugiri yang akrab disapa Kang Giri itu.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026