Surabaya (ANTARA) - Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mendorong Presiden Prabowo Subianto menetapkan KH Abbas Abdul Jamil atau Kiai Abbas Buntet dan KH M. Yusuf Hasyim atau Pak Ud sebagai Pahlawan Nasional tahun ini.
“Berdasarkan kajian dan sumber-sumber primer, nama Kiai Abbas Buntet dan Pak Ud punya kredibilitas untuk diberi gelar Pahlawan Nasional,” kata Ketua JKSN Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA dalam keterangan di Surabaya, Senin.
Ia mengatakan Indonesia yang kini dipimpin Presiden Prabowo merupakan bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
“Karena itu kami berharap, berapa pun nama yang diusulkan jadi pahlawan nasional kepada presiden, dua nama tersebut setidaknya bisa masuk karena ukuran jasanya sudah jelas,” ujarnya.
Menurut Kiai Asep, Pak Ud yang merupakan putra bungsu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh kemerdekaan di Jombang sekaligus penjaga nilai-nilai Pancasila.
"Sedangkan Kiai Abbas Buntet adalah tokoh ulama yang menentukan hari, tanggal, dan waktu serangan 10 November saat perang di Surabaya,” kata dia.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengusulkan 40 nama untuk diberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) yang dipimpin Fadli Zon.
Ke-40 nama tersebut telah melalui proses panjang dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai calon penerima gelar.
JKSN dorong Presiden beri gelar pahlawan untuk KH Abbas dan KH Yusuf Hasyim
Senin, 27 Oktober 2025 17:04 WIB
Ketua Umum JKSN, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA. (ANTARA/HO-JKSN)
Karena itu kami berharap, berapa pun nama yang diusulkan jadi pahlawan nasional kepada presiden, dua nama tersebut setidaknya bisa masuk karena ukuran jasanya sudah jelas
