Pamekasan (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga mengirim tambahan stok biosolar untuk membantu proses normalisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi tersebut bagi nelayan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
"Penambahan stok biosolar yang kami lakukan sebanyak delapan kiloliter melalui supply point Terminal BBM Camplong," kata Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi dalam keterangan tertulis yang diterima di Pamekasan, Jawa Timur, Senin.
Dengan tambahan ini diharapkan dapat membantu proses normalisasi penyaluran agar nelayan di Kabupaten Pamekasan dapat melaut dengan aman dan tenang.
Pertamina, sambung dia, terus melaksanakan pemantauan penyaluran BBM untuk nelayan guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sesuai ketentuan.
Sebelumnya, para nelayan di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan sulitnya mendapatkan jatah beli BBM subsidi biosolar di berbagai Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) di wilayah itu.
Para nelayan itu curiga, ada permainan dari oknum yang tidak bertanggungjawab, karena kelangkaan itu sudah berlangsung lama, yakni sejak akhir 2025.
Namun, Ahad membantah tudingan itu. Ia menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada pemberlakuan pembatasan pembelian ataupun kuota.
"Berdasarkan hasil pantauan kami, realisasi penyaluran sebesar 3.489 KL atau 102 persen dari kuota berjalan 2026, jika ada pembatasan penjualan, maka tidak mungkin realisasi penyaluran besar," katanya.
Kendatipun demikian, sambung dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan agar kebutuhan BBM subsidi nelayan Pamekasan bisa terpenuhi.
Ia juga meminta agar masyarakat bisa melaporkan secara langsung apabila ditemukan ada dugaan penyimpangan melalui layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.
