Surabaya (ANTARA) - Bank Mandiri Taspen memperkuat ekosistem pemberdayaan pensiunan pada peringatan ke-11 tahun perusahaan guna mendorong produktivitas dan kualitas hidup nasabah purna bakti secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga memastikan masa pensiun nasabah yang mayoritas berasal dari kalangan ASN, TNI, dan Polri tetap bermakna.
“Pada usia ke-11 ini, kami ingin memastikan masa tua nasabah tetap aktif dan sejahtera,” ujar Panji dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Melalui pilar Mantap Sejahtera, pihaknya memberikan pendampingan kewirausahaan kepada nasabah purna bakti di berbagai sektor, antara lain batik, hidroponik, dan peternakan.
Selain itu, kata dia, perusahaan juga mengembangkan program "Mantapreneur Naik Kelas" untuk membekali nasabah dengan kemampuan pembukuan, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.
“Kami ingin usaha nasabah dapat berkembang dan berdaya saing,” ucapnya
Sementara itu, lanjutnya, aspek kesehatan juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pemberdayaan pensiunan.
Saat ini, kata Panji, perusahaan tercatat telah mengoperasikan 193 klinik kesehatan di kantor cabang yang menyediakan layanan pemeriksaan dan vitamin gratis bagi nasabah.
"Hingga 2025, pilar Mantap Sehat telah menjangkau sekitar 60 ribu nasabah melalui kegiatan senam rutin bulanan," tuturnya.
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-11, Bank Mandiri Taspen turut menyalurkan bantuan sosial berupa alat bantu jalan bagi warga lanjut usia serta bibit pohon durian dan alpukat bagi kelompok tani hutan di Malang dan Batu, Jawa Timur.
“Masa pensiun bukan akhir dari produktivitas,” kata Panji.
