Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan pengerukan sedimentasi dan pembangunan bronjong di tepi Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, yang menjadi salah satu upaya penanganan banjir bandang di wilayah setempat.
"Tadi kami lihat ada titik-titik Sungai Lubawang ada sedimentasi-sedimentasi yang perlu dilakukan pengerukan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau rumah warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat.
Ia menjelaskan, selain pengangkatan endapan lumpur dan pasir maupun sampah di sungai yang meluap dan menerjang ribuan rumah warga itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan segera membangun bronjong di tepi sungai untuk mengendalikan erosi dan menstabilkan tanah.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan pipa-pipa saluran air untuk mengaliri areal persawahan di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur.
"Nanti juga akan disiapkan pipa untuk pengairan sawah-sawah desa ini, karena ini kan sudah memasuki musim tanam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Bantuan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan banjir di Kabupaten Situbondo tersebut berupa kompor 100 unit, sembako 100 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 50 paket, lauk pauk 50 peket dan tambahan gizi 50 paket.
Kemudian, selimut 100 buah, paket kebersihan 100 buah, terpal 100 buah, peralatan memasak 100 paket, pakaian pria dan wanita masing-masing 50 buah, dan pakaian untuk lansia 100 buah.
Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, merupakan salah satu desa yang terdampak banjir bandang, dan mengakibatkan sebagian besar dari 440 unit rumah di daerah itu mengalami rusak berat.
Selanjutnya, dampak banjir bandang di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan, yakni Desa Kalianget, dengan rumah rusak sebanyak 246 unit.
Banjir luapan air Sungai Lubawang juga berdampak terhadap wilayah lain yakni di Kecamatan Besuki dengan total sebanyak 5.425 rumah terdampak, yang tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah dan Desa Besuki 2.306 rumah.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026