Bojonegoro - Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, Sabtu, semakin menurun, namun muncul genangan banjir yang merendam wilayah perkotaan dan sejumlah desa di Kecamatan Kapas, yang disebabkan pengaruh hujan lokal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto, Sabtu, mengatakan banjir luapan Bengawan Solo di wilayahnya, semakin surut dengan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro 13,99 meter (siaga I), Sabtu pukul 12.00 WIB.
Begitu pula, lanjutnya, ketinggian air di Karangnongko Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, masih aman dibawah siaga banjir dengan ketinggian 25,60 meter.
"Ketinggian air Bengawan Solo Di Karangnongko, Ngraho, mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, tapi tidak terlalu besar," katanya, menjelaskan.
Meski demikian, menurut dia, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir susulan luapan Bengawan Solo.
Sebab, lanjutnya, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, di sejumlah daerah di Jatim, seperti Magetan, Madiun dan Ngawi, selama Januari curah hujannya di atas normal.
"Air hujan di sejumlah daerah itu masuknya ke Bengawan Solo menuju Bojonegoro," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Zaenal mengatakan pihaknya mendapatkan bantuan tiga unit pompa air dari Dinas Pengairan Provinsi Jatim, yang kapasitasnya masing-masing 300 liter/unit pompa.
Tiga pompa itu, jelasnya, akan ditempatkan di Desa Semanding, Kecamatan Kapas, untuk membuang air di saluran utama Kali Sukorejo, yang saat ini airnya melimpas merendam sejumlah desa di Kecamatan Kota dan Kapas.
Ditemui terpisah, Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom memastikan sudetan Plangwot-Sedayu Lawas ke Laut Jawa di Tuban, bisa berfungsi normal mampu mengalirkan debit banjir sekitar 600 liter per detik.
Pemantauan di UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, ketinggian air di Babat 8,07 meter, Plangwot/Laren 5,82 meter, Karanggeneng 4,35 meter, semuanya di Lamongan masih status siaga III.
"Sudetan bisa berfungsi normal, tidak ada masalah debit banjir tetap bisa mengalir ke laut," ucapnya, menegaskan. (*).
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.