Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi pemimpin humanis dan pengubah keadaan (game changer) guna memperkuat tata kelola pemerintahan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
“Hari ini kita bersama calon pemimpin bangsa saat Indonesia emas di 2045. Selamat dan sukses untuk para Praja Pratama, Praja Muda, Praja Madya, dan Praja Utama. Semuanya yang luar biasa. Selamat mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.
Ia menegaskan para Praja IPDN merupakan sumber daya manusia strategis yang disiapkan untuk memperkuat pembangunan nasional melalui pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
“Yang kita siapkan ini adalah SDM untuk memberikan penguatan pembangunan. Bukan hanya di Jawa Timur, tapi penguatan pembangunan Indonesia. Ini menjadi penting untuk seluruh Praja yang hadir. Bahwa saudara disiapkan untuk membangun Indonesia. Saudara mungkin berangkat dari Jawa Timur, tapi yang dibangun adalah Indonesia,” katanya.
Khofifah juga menekankan pentingnya kreativitas, daya saing, dan kemampuan adaptif menghadapi dinamika global, termasuk tantangan pemanasan global dan perubahan iklim.
“Bahwa hidup adalah perubahan. Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, Praja harus adaptif dan responsif. Karena dinamika dunia terus berkembang baik lokal, regional, nasional, maupun global. Kita harus adaptif terhadap segala hal, termasuk terhadap tantangan seperti global warming ataupun climate change,” ujarnya.
Dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan, Jawa Timur telah mengembangkan enam Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna berasrama, termasuk SMA Negeri 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro yang bermitra langsung dengan IPDN.
“Artinya, kami serius menyiapkan pemimpin bangsa untuk menyambut Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan generasi-generasi emas. Praja adalah generasi emas. Mudah-mudahan mencapai prestasi setinggi-tingginya pada saat Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Ia juga menyoroti isu strategis seperti transformasi digital, media dan opini publik, efisiensi anggaran, serta penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) yang harus dihadapi dengan perubahan pola pikir dan kepemimpinan berdampak.
“Jadilah game changer. Game changer itu akan lahir dan hadir sebagai sosok pemungkin. Karena pada dasarnya, kita ini ada pada posisi possible. Kita harus melihat possibility di dalam banyak faktor yang memungkinkan bisa mendongkrak kinerja, produktivitas, dan signifikansi dari yang kita hasilkan,” katanya.
Menurut Khofifah, IPDN merupakan Kawah Candradimuka calon pemimpin bangsa yang harus melahirkan aparatur sipil negara (ASN) berkarakter humanis dan berpihak kepada masyarakat.
“Bagaimana Praja harus memiliki kemampuan mengasuh, kemampuan membimbing, dan kemampuan melayani. Benar-benar tahu kapan harus ada di muka atau di belakang. Di lingkungan kita, bisa dikatakan ini smart team. Maka, jadilah pemimpin humanis yang selalu hadir dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026