Madiun (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur meminta kabupaten/kota di wilayahnya untuk mempercepat penanaman padi setelah masa panen, sebagai upaya mengantisipasi potensi kemarau panjang pada 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno di Madiun, Jumat mengatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan kepada para kepala daerah untuk melakukan percepatan penanaman padi guna mempertahankan produksi padi dan ketahanan pangan saat potensi El Nino.

"Harapan kita, Gubernur itu, seluruh Bupati dan Wali Kota harus begitu juga (percepatan tanam). Supaya El Nino ini diantisipasi dengan percepatan tanam karena mumpung air ini masih ada. Di beberapa tempat masih turun hujan, di beberapa daerah masih ada air, harus percepatan tanam didukung juga dengan alsintan," ujar Heru saat mendampingi Gubernur Khofifah melakukan panen dan percepatan penanaman padi di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Menurutnya, jika kondisi normal setelah panen, tanah akan didiamkan sekitar dua pekan atau lebih untuk memulihkan unsur hara, dengan percepatan tanam maka sawah langsung ditanami benih padi kurang dari sepekan.

"Tentu, guna memulihkan unsur hara ini menggunakan metode teknologi pemupukan yang sesuai dengan tingkat keasaman atau PH dari lahan masing-masing sawah. Karena itu, nantinya akan ada tim pertanian dari dinas yang melakukan pengecekan lapangan dan memberikan treatment khusus untuk mempercepat pengembalian unsur hara tanah," katanya.

Heru menargetkan luas tanam padi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 mencapai 2,43 juta hektare. Luasan tanam tersebut sama dengan tahun lalu dan diharapkan bisa bertambah.

"Dengan bantuan alsintan dan pembangunan irigasi dari pemerintah, serta upaya percepatan tanam secara keseluruhan di kabupaten dan kota, maka harapan kita untuk luasan tanam padi 2,43 juta hektare tersebut dapat tercapai dan bertambah," kata dia.

Sementara Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan Pemkab Madiun siap menindaklanjuti instruksi Gubernur Jatim dengan melakukan percepatan tanam padi di wilayahnya.

"Kabupaten Madiun siap melakukan percepatan tanam guna mendukung swasembada dan ketahanan pangan. Didukung dengan modernisasi alsintan dan sistem pemupukan, serta irigasi yang memadai, Insya Allah produksi padi di Kabupaten Madiun akan optimal," katanya.

Data BPS Kabupaten Madiun mencatat produksi padi pada tahun 2025 mencapai sebanyak 474.087 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas tanam sekitar 81.203 hektare.

Kegiatan panen dan percepatan penanaman padi di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun tersebut dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah didampingi oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026