Gresik (ANTARA) - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan percepatan capaian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan infrastruktur pendidikan pada tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari penguatan pelayanan dasar masyarakat.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Ia mengatakan bahwa dua sektor tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2025, sehingga pemerintah daerah setempat menargetkan pemerataan dan percepatan pada tahap berikutnya.
Pada sektor permukiman, lanjutnya, program RTLH melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, telah mencapai peningkatan kualitas 39 unit dari 43 unit, dan pembangunan 50 unit rumah baru dari total 102 unit, hingga 26 November 2025.
“Kami targetkan pemerataan bantuan RTLH di seluruh kecamatan dapat tersentuh. Kawasan kumuh harus ditangani menyeluruh. Sebab, ini bukan hanya soal memperbaiki rumah, tetapi memastikan warga hidup di lingkungan yang sehat dan aman,” katanya.
Sementara itu, pada infrastruktur pendidikan, pria yang akrab disapa Gus Yani menjelaskan pemkab setempat telah membangun prasarana air bersih guna mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.
"Dua reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas sudah selesai dibangun untuk meningkatkan distribusi air PDAM di wilayah yang selama ini kekurangan pasokan," jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang saat ini telah memasuki tahap akhir. Fasilitas berbasis teknologi tersebut diproyeksikan dapat menjadi pusat edukasi publik dan ruang kreativitas masyarakat.
“Kami berharap kawasan tersebut nantinya mampu mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” tambahnya.
