Surabaya (ANTARA) -
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama DPD Real Estate Indonesia (REI) bersinergi menjaga ekosistem yang baik bagi pengembangan bisnis properti di Jawa Timur.
"Ya tentu sektor properti itu sektor yang sangat banyak dampak positifnya kepada perekonomian lokal," kata Emil di Surabaya, Kamis.
Dia mengatakan, menjaga ekosistem pengembangan properti menjadi salah satu cara untuk mendorong perekonomian lokal lantaran akan memiliki multiplier efek bagi masyarakat.
Ia menuturkan, melalui bisnis properti yang andal di Jatim maka akan ada bahan lokal daerah setempat yang digunakan hingga tercipta teknologi baru dalam hal bangunan.
Bahkan kebijakan Pemprov untuk terus menciptakan konektivitas antardaerah juga harus sejalan dengan perkembangan properti yang masif.
"Sektor properti ini menjadi penunjang terwujudnya ekosistem ekonomi yang keseluruhan, yang utuh. Membuat public transport juga tidak akan efektif kalau tidak disinkronkan dengan rencana pengembangan properti," kata Emil.
Ia pun mendorong DPD REI Jatim untuk memanfaatkan Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam rangka mendorong pengembangan properti.
Ia juga meminta DPD REI Jatim untuk tidak hanya fokus pada kota besar seperti Surabaya saja melainkan juga daerah lain seperti Madiun, Banyuwangi, dan berbagai wilayah lain di Jatim.
Ketua DPD REI Jatim Mohammad Ilyas mengungkap, terdapat dua tantangan dalam pembangunan yaitu mengenai Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan aturan luas kavling minimal 72 meter yang masih diberlakukan di sejumlah wilayah seperti Sidoarjo.
Oleh sebab itu, ia berharap kolaborasi dengan Pemprov Jatim dapat terjalin semakin erat untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
“Respons Gubernur sangat positif. Beberapa hambatan langsung mendapat perhatian pemerintah provinsi,” katanya.
