Madiun (ANTARA) - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Madiun memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) dilakukan pemerintah pusat ke daerah setempat tepat sasaran berkat pemutakhiran data yang terintegrasi secara nasional.
"Seluruh proses sekarang berbasis sistem. Mulai dari usulan, sanggahan, hingga verifikasi dilakukan secara terintegrasi sehingga lebih mudah mendeteksi kelayakan penerima dan dipastikan tepat sasaran," ujar Kepala Dinsos PPPA Kota Madiun Heri Suwartono dalam kegiatan penyaluran BLT Kesra di Kelurahan Taman Kota Madiun, Jawa Timur, Senin.
Dia mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada 5.879 keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bentuk dukungan pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, utamanya menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sistem penyaluran BLT Kesra itu telah sinkron dengan berbagai aplikasi, termasuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta aplikasi milik Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK0. Integrasi itu membuat pendeteksian penerima yang tidak layak menjadi lebih cepat dan akurat.
Pihaknya menekankan agar bantuan digunakan dengan bijak dan tidak disalahgunakan.
Menurutnya, penyaluran BLT itu juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Madiun mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pengentasan kemiskinan.
"Kita cairkan seluruh bantuan ini, salah satunya untuk membantu masyarakat menghadapi Natal dan Tahun Baru. Tapi hari ini juga kita edukasi supaya bantuan tidak disalahgunakan," katanya.
Sesuai data, BLT Kesra yang dicairkan tersebut untuk periode Oktober-Desember 2025. Nominal uang diterima setiap KPM Rp300 ribu per bulan, sedangkan penyaluran untuk tiga bulan sekaligus sehingga masing-masing KPM menerima Rp900 ribu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah melakukan penyaringan ketat terhadap calon penerima manfaat tersebut. Di sejumlah daerah, banyak penerima bantuan sosial (bansos) yang dicoret karena terindikasi terlibat judi online atau memiliki cicilan barang mewah.
Secara nasional, BLT Kesra ditargetkan menjangkau 35,49 juta KPM atau sekitar 140 juta jiwa dengan asumsi satu keluarga terdiri atas empat anggota.
Sasaran program ditetapkan berdasarkan data desil 1 hingga 4 Sensus Ekonomi Nasional, yang mewakili kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang merupakan tambahan di luar bantuan reguler seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
