Surabaya (ANTARA) - Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Khairul Munadi menyatakan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 di Universitas Negeri Surabaya diyakini dapat menjawab tantangan Presiden Prabowo Subianto agar PTN masuk Top 100 dunia.
"Salah satu perkembangan terbaru dalam program yang dijalankan menunjukkan keunikannya tersendiri," ujar Khairul Munadi di Surabaya, Senin.
Di sisi lain, lanjut Khairul, sejumlah capaian dari sektor lain juga memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing.
"Jika seluruh perkembangan ini berhasil dikonsolidasikan, dampaknya akan lebih kuat dan signifikan bagi peningkatan kualitas program secara keseluruhan," ucapnya.
Terkait tren progres perguruan tinggi di Indonesia, Khairul menyebut evaluasi terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Khairul berharap capaian positif tersebut terus tumbuh, serta mendorong inovasi dan perubahan lain yang memperkuat kualitas layanan pendidikan tinggi.
“Ke depan kita ingin perkembangan ini terus tumbuh dan membawa perubahan lain yang semakin meningkatkan kualitas," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Universitas Indonesia masuk Top 100 QS World University Rankings dan menugaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mencapainya.
Dia juga berharap Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyusul ke jajaran Top 100–200 dunia.
Prabowo turut memamerkan program Sekolah Unggulan Garuda berbasis kurikulum International Baccalaureate untuk mencetak generasi berprestasi yang mampu mengelola kekayaan strategis Indonesia.
KPPTI 2025 bisa jawab tantangan Prabowo soal PTN Top 100 Dunia
Senin, 17 November 2025 17:00 WIB
Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Khairul Munadi di Surabaya, Jatim, Senin (17/11/2025). ANTARA/Willi Irawan
