Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur terus memasifkan upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak salah satunya dengan menggelar lokakarya bagi sejumlah organisasi di kota setempat.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Senin, mengatakan lokakarya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut diikuti anggota tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK), dharma wanita persatuan (DWP) serta anggota gabungan organisasi wanita (GOW) di Kota Mojokerto.

"Saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi sesuatu yang ditutupi tetapi faktanya jumlahnya sangat banyak," ujarnya.

Ia mengatakan, upaya inilah yang harus dikampanyekan secara masif, karena lebih baik mengadu supaya segera ditangani. "Daripada diam-diam tapi jadi bom waktu,” kata perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata dia, dapat berlangsung selama bertahun-tahun dikarenakan tidak ada keberanian untuk mengadu sehingga ada banyak korban.

"Supaya korban tidak bertambah banyak, maka ajak untuk jangan takut, untuk berani berbicara, berani mengadu. Itu sangat penting supaya ini tidak menjadi semakin banyak korban," ujarnya.

Ia mengatakan, rata-rata pelaku itu kalau melakukan kejahatan seksual itu ketika tidak terbongkar maka akan terus dilakukan. "tetapi kalau ada yang berani melaporkan maka akan kita buat efek jera," ucapnya.

Ning Ita menjelaskan untuk melakukan pengaduan warga Kota Mojokerto dapat memanfaatkan pusat panggilan 112, yakni layanan bebas pulsa yang siap selama 24 jam. Disamping itu saat ini Pemerintah Kota Mojokerto tengah berproses untuk membentuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

"Kalau UPTD sudah terbentuk maka insya Allah concern kami terhadap perlindungan perempuan dan anak akan lebih fokus. Karena ada unit pelaksanaan teknis yang khusus ngurusi perlindungan perempuan dan anak," tuturnya.

Kepala DinsosP3A, Choirul Anwar menjelaskan dengan dilaksanakannya lokakarya ini anggota TP PKK, dharma wanita dan GOW Kota Mojokerto mampu berkontribusi untuk menurunkan kasus kekerasan kepada perempuan dan anak di Kota Mojokerto.

"Setelah para peserta diberikan pelatihan paling tidak mampu menjadi narasumber dalam mengkampenyekan pencegahan kekerasan kepada perempuan dan anak,” kata Anwar.

Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari (23-24 Oktober) tersebut para peserta mendapatkan materi tentang berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak serta bagaimana cara menghadapinya yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia wilayah Jawa Timur Toetiek Septriasih.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023