Dinas Perikanan Bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur memperluas cakupan kampanye gemar makan ikan (gemarikan) di beberapa wilayah lokus stunting di kabupaten setempat.
 
"Kami mengajak ibu-ibu warga setempat untuk memasak berbagai jenis kudapan berbahan dasar ikan," kata Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Pasuruan Nanik Asnawati Mujib Imron di Balai Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Senin.
 
Istri Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron tersebut terlihat telaten dalam membuat siomay dari ikan laut. Dipilihnya siomay, lantaran makanan yang satu ini sangat populer di lidah masyarakat, termasuk anak-anak.
 
"Maka dari itu, kami buat siomay dari ikan spesial untuk anak-anak," ucapnya.
 
Tak butuh waktu lama, hanya beberapa menit, siomay-siomay itu sudah matang dan siap dinikmati anak-anak.
 
Kata Nanik, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak.
 
Selain itu, ikan bisa diolah menjadi menu makanan yang beragam, seperti dimsum, sup kimlo, martabak dan lainnya. Sehingga, tinggal pintar-pintarnya para ibu untuk bagaimana bisa membuat olahan ikan menjadi semenarik mungkin.
 
"Karena anak-anak tak sama dengan dewasa. Kalau lihat makanannya dikemas baik, menarik dengan bentuk yang lucu, anak pasti ingin makan. Dan inilah tugas orang tua, khususnya ibu," ujarnya.
 
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Hasanah mengatakan bahwa perluasan kampanye gemar makan ikan dilakukan di empat titik tambahan, yakni Kecamatan Sukorejo, Purwodadi, Bangil dan Puspo.
 
Di setiap kampanye, pihaknya mengundang para ibu agar meningkatkan pemahaman akan pentingnya ikan sebagai lauk utama di meja makan.
 
"Kami undang para ibu di setiap kecamatan. Target kami adalah lokus stunting," ujarnya.
 
Dengan perluasan kampanye, Alfi berharap angka konsumsi ikan (AKI) di Kabupaten Pasuruan terus meningkat setiap tahunnya.
 
"Kampanye ini kita gelar supaya gizi anak terpenuhi, kuat dan cerdas melalui makanan yang masuk ke tubuh. Angka konsumsi ikan mulai tahun 2020 sebesar 38,24 persen kemudian naik pada 2021 menjadi 47,46 persen dan tahun 2022 menjadi 54,63," tuturnya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023