Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan Wisata Banyubiru dapat berpotensi besar untuk menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Pasuruan.
Rusdi menyatakan bahwa jika dikelola dengan baik, serta didukung dengan penataan ulang dan perbaikan objek wisata, objek wisata tersebut dapat menghasilkan potensi wisata dan ekonomi yang kuat bagi Kabupaten Pasuruan.
"Karena pada prinsipnya, saya ingin Wisata Banyubiru ini berkembang dan jadi lebih baik dengan diwujudkan oleh pengelolaan yang baik," kata Rusdi dalam keterangannya di Pasuruan, Jawa Timur, Senin.
Menurutnya, pengelolaan tempat wisata yang dilakukan secara profesional memiliki potensi menjadi destinasi unggulan karena memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan.
Dengan begitu, menurutnya perbaikan berbagai sisi mulai pengelolaan hingga infrastruktur harus terus berjalan secara profesional demi menciptakan efek beruntun sehingga dapat menggerakkan perekonomian suatu daerah.
Ia menegaskan banyak hal yang perlu dibahas untuk merumuskan konsep pengembangan Banyubiru ke depan. Terlebih beberapa bulan lalu, ia pernah datang untuk melihat wisata ini dan kondisinya masih jauh dari standar kelayakan wisata.
Sejumlah fasilitas tampak rusak dan tidak terawat, sementara penataan stan pedagang dinilai kurang rapi sehingga mengurangi estetika kawasan.
Rusdi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan berkomitmen untuk terus mendorong pengelola untuk membangkitkan kembali kepopuleran Wisata Banyubiru agar mampu tampil sebagai kawasan destinasi wisata daerah yang produktif dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Banyubiru harus diubah dan dikemas agar menjadi tempat wisata yang benar-benar menarik. Ini aset pemerintah daerah yang harus diperhatikan dari sisi fasilitas, sarana prasarana, hingga pelayanan,” katanya.
Ia turut meminta masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk terus mendukung upaya pemerintah dengan terus mengunjungi lokasi tersebut demi memaksimalkan seluruh potensi yang ada.
