Bojonegoro (Antara Jatim) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto meminta  masyarakat tidak terlalu mengandalkan pertanian, namun harus mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk  bisa menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

"Kita harus mencetak SDM handal siap bersaing dengan menjadi pengusaha yang bisa menciptakan industri  di pedesaan sehingga banyak menyerap tenaga kerja," kata dia, dalam pertemuan persiapan lebaran bersama  Forkopimda, Selasa.

Menurut dia, daerahnya yang masih masuk kabupaten miskin di Jawa Timur, dengan urutan 11, salah satu faktornya karena masyarakat sebagian besar masih mengandalkan dari pertanian dengan kepemilikan lahan yang tidak lebih 0,5 hektare.

Itupun, lanjut dia, hasil panen tidak mencukupi karena adanya serangan hama wereng yang dipengaruhi pola tanam petani yang tidak tepat.

"Banyak petani yang hasil panennya tidak mencukupi karena tanaman padinya diserang hama wereng," ujarnya menegaskan.

Ia juga mengatakan anak-anak merupakan harapan masa depan, sehingga harus bersekolah untuk menjadikan daerahnya menjadi lebih baik.

"Anak-anak merupakan harapan masa depan, karena ditangan mereka  Bojonegoro bisa  menjadi lebih baik," katanya menegaskan.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan camat dan stafnya untuk mendata dan mengajak anak-anak bersedia bersekolah lewat gerakan wajib belajar/sekolah 14 tahun.

"Kita harus bisa memastikan anak-anak bisa sekolah," ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, tahun ini sebanyak 48.185 siswa SLTA memperoleh biaya pendidikan yang besarnya berkisar Rp1 juta-Rp2 juta per siswa dari dana alokasi khusus (DAK) APBD 2017.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo menyatakan siap untuk  bekerjasama dalam menjaga keamanan di daerah setempat.

"Jangan sampai momen bulan puasa ini dan juga lebaran dirusak oleh hal-hal yang tidak menyenangkan," ucapnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, akan dikerahkan 279 personel bekerja sama dengan personel dinas perhubungan (dishub) baik sebelum lebaran maupun sesudahnya.

Pengamanan, lanjut dia, akan dilakukan di sejumlah jalan raya yang rawan macet untuk melancarkan arus mudik juga arus balik.

"Kami juga mengimbau masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan melengkapi alat pengaman di rumahnya dan kendaraanya masing-masing," ucapnya menambahkan. (*)


Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017