Pemkot Malang sebut penerimaan murid baru Sekolah Rakyat tunggu Juknis
- 32 menit lalu
Pengusaha Yayuk Eko Agustin memperlihatkan kain ecoprint bermotif daun jati buatannya di galeri Namira Ecoprint, Kedungasem, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/5/2024). Batik ecoprint bermotif daun jati yang dibuat dengan pewarna dari rempah-rempah khas nusantara seperti kunyit dan secang tersebut menghasilkan corak warna beragam juga ramah lingkungan sehingga banyak disukai konsumennya di Kanada, Qatar serta Malaysia sehingga per bulan mampu terjual 400 potong dengan harga Rp150 ribu hingga Rp3,5 juta per potong. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.
Pengusaha Yayuk Eko Agustin (kanan) memakaikan busana bermotif batik ecoprint daun jati kepada karyawannya di galeri Namira Ecoprint, Kedungasem, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/5/2024). Batik ecoprint bermotif daun jati yang dibuat dengan pewarna dari rempah-rempah khas nusantara seperti kunyit dan secang tersebut menghasilkan corak warna beragam juga ramah lingkungan sehingga banyak disukai konsumennya di Kanada, Qatar serta Malaysia sehingga per bulan mampu terjual 400 potong dengan harga Rp150 ribu hingga Rp3,5 juta per potong. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.
Pengusaha Yayuk Eko Agustin memperlihatkan kain ecoprint bermotif daun jati buatannya di galeri Namira Ecoprint, Kedungasem, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/5/2024). Batik ecoprint bermotif daun jati yang dibuat dengan pewarna dari rempah-rempah khas nusantara seperti kunyit dan secang tersebut menghasilkan corak warna beragam juga ramah lingkungan sehingga banyak disukai konsumennya di Kanada, Qatar serta Malaysia sehingga per bulan mampu terjual 400 potong dengan harga Rp150 ribu hingga Rp3,5 juta per potong. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.
Pengusaha Yayuk Eko Agustin memperlihatkan kain ecoprint bermotif daun jati buatannya di galeri Namira Ecoprint, Kedungasem, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/5/2024). Batik ecoprint bermotif daun jati yang dibuat dengan pewarna dari rempah-rempah khas nusantara seperti kunyit dan secang tersebut menghasilkan corak warna beragam juga ramah lingkungan sehingga banyak disukai konsumennya di Kanada, Qatar serta Malaysia sehingga per bulan mampu terjual 400 potong dengan harga Rp150 ribu hingga Rp3,5 juta per potong. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/mas.