Malang Raya (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah menjadi penguat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Teuku ditemui seusai menghadiri Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang diselenggarakan di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan ketika sektor ekonomi kreatif atau ekraf bisa tumbuh maksimal, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut tetapi juga secara nasional.
"Peran pemerintah daerah, peran pemerintah pusat ini melalui kolaborasi agar mendukung pertumbuhan dari potensi ekraf yang sudah di daerah. Penikmatnya bisa lintas provinsi," kata Teuku.
Dia menyatakan salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang harus terus dijalankan adalah pendampingan terhadap pelaku ekraf.
Teuku menyebut bahwa kolaborasi juga perlu diperkuat dengan menggandeng peranan seluruh elemen masyarakat, seperti komunitas dan organisasi, sebagaimana pelaksanaan ICCF 2025.
Dengan cara itu ekosistem ekraf bisa semakin kompetitif, berkualitas, dan mampu memberikan perlindungan terhadap karya pelaku usaha melalui hak atas kekayaan intelektual (HAKI), termasuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
"Bagaimana kita bisa menghadapi tantangan yang ada sebagai peluang bagi ekosistem ekraf," ujar dia.
Kementerian Ekraf mencatat sektor ekonomi kreatif mampu menyumbangkan Rp1.500 triliun kepada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Sektor ekraf juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, yakni lebih dari 26,5 juta tenaga kerja.
Pada semester pertama 2025 ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia telah mencapai 12,9 miliar dolar AS. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Pada periode yang sama, Kementerian Ekraf juga mencatat nilai investasi sektor ekraf di Indonesia mencapai Rp90,12 triliun.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan bahwa ICCF merupakan wadah bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dalam mengembangkan jejaring bisnis.
Meski demikian, dia mengingatkan kepada pihak penyelenggara supaya tak lupa menghadirkan unsur kebudayaan di setiap produk milik para pelaku usaha.
"Karena itu akan menjadi nilai tambah, akan membedakan produk produk kreatif," ucap dia.
