Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Akses jalan penghubung antara Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek melalui jalur Selingkar Wilis di ruas Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, telah kembali dibuka untuk kendaraan roda dua setelah material longsor berhasil dibersihkan secara bertahap.
Kasi Trantib Kecamatan Pagerwojo Yasrianto, di Tulungagung, Senin, menjelaskan pembersihan material longsor baru mencapai sekitar 50 persen hingga Senin pagi, namun saat itu jalur sudah dapat dilalui sepeda motor.
"Sekarang sudah bisa dilalui untuk roda dua," kata Yasrianto usai giat pembersihan.
Upaya pembersihan itu baru bisa optimal dilakukan sejak pagi hari setelah alat berat tiba dan dikerahkan ke lokasi yang longsor pada Sabtu (1/11) malam.
Longsor ini terjadi di tebing di sisi jalan Selingkar Wilis, tepat di samping SDN 2 Kradinan, dan sempat memutus total akses kendaraan roda dua maupun roda empat sepanjang sekitar 50–100 meter dengan ketebalan material 50–80 cm.
Forpimcam Pagerwojo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah turun ke lokasi untuk memantau kondisi dan mendatangkan alat berat sebagai prioritas normalisasi jalan.
Petugas juga memperingatkan pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama saat hujan atau malam hari, karena lereng yang longsor masih menunjukkan keretakan dan potensi susulan.
"Kami imbau masyarakat untuk sementara memilih jalur alternatif dan tidak memaksakan diri melintas jika kondisi tidak aman," ujar Kapolsek Pagerwojo AKP Guruh Yudhi Setiawan.
Keberhasilan pembukaan jalur roda dua menjadi tanda awal stabilisasi akses. Namun, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas dan tetap dialihkan melalui rute alternatif hingga kondisi jalan benar-benar aman.
Pemkab menargetkan pemulihan penuh dengan pembukaan untuk semua kendaraan dalam beberapa hari mendatang.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Tulungagung menunjukkan komitmen penanganan cepat pasca-bencana, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap longsor susulan di jalur perbukitan.
