Lamongan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lamongan mengamankan 13 pemuda beserta 17 sepeda motor yang terlibat dalam konvoi kendaraan di Kecamatan Babat, wilayah setempat karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid di Lamongan, Jawa Timur, Jumat, mengatakan bahwa tindakan itu dilakukan personel Polsek Babat sebagai langkah antisipasi agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Benar, anggota Polsek Babat telah mengamankan belasan pemuda beserta kendaraan yang diduga terlibat dalam konvoi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya konflik dan menjaga situasi tetap aman,” katanya.
Ia menjelaskan, pada Kamis (30/10) malam, patroli yang dipimpin Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah menjumpai sekelompok pemuda berkonvoi di Jalan Babat-Jombang.
Saat berpapasan dengan petugas, lanjutnya, kelompok tersebut kemudian langsung berbalik arah ke jalur Babat-Bojonegoro.
Tak lama kemudian, lanjutnya, petugas menerima informasi adanya keributan di sekitar Tugu Desa Sumuralas, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Personel Polsek Babat lalu menuju ke lokasi dan mengamankan para pemuda yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
“Seluruh pemuda beserta barang bukti kendaraan telah dilimpahkan ke Polsek Baureno, Polres Bojonegoro untuk penyelidikan lebih lanjut karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum mereka,” jelasnya.
Ia menegaskan, Polres Lamongan berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi kendaraan yang berpotensi memicu kericuhan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga Lamongan tetap aman, damai dan kondusif.
