Ngawi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, Jawa Timur melakukan deteksi dini penularan Tuberkulosis (TBC) bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di lapas setempat.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Ngawi Devy Puji Astuti di Ngawi, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dan Kementerian Kesehatan yang ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dan puskesmas setempat.

"Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendeteksi dini penyakit menular yang berisiko tinggi di lingkungan tertutup seperti lapas," ujarnya.

Pemeriksaan skrining TBC dilakukan secara metode Active Case Finding menggunakan Chest X-Ray (CXR) meliputi foto rontgen dada dan tes darah yang diikuti seluruh WBP secara bergilir selama dua hari. Hari pertama diikuti sekitar 200 peserta, sedangkan sisanya dijadwalkan pada hari berikutnya.

Devy Puji Astuti menyampaikan kegiatan itu bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kesehatan warga binaan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan deteksi dini HIV/AIDS.

"Deteksi dini ini penting untuk mencegah penularan sekaligus memastikan WBP memperoleh hak kesehatan yang sama seperti masyarakat umum lainnya," kata dia.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Ngawi terhadap program nasional eliminasi TBC dan penanggulangan HIV/AIDS.

Selama kegiatan berlangsung, petugas lapas bersama tenaga medis dari Dinas Kesehatan melakukan pendampingan dan pengawasan agar proses berjalan tertib. Antusiasme WBP cukup tinggi, yang ditunjukkan dengan kepedulian mereka terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

"Melalui skrining ini, Lapas Ngawi menegaskan komitmennya mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan lapas yang sehat, aman, dan produktif. Selain itu, melalui sinergi lintas sektor, diharapkan sistem kesehatan di lembaga pemasyarakatan semakin kuat dan kesadaran hidup sehat meningkat," katanya.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026