Gresik - Sejumlah warga di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengeluhkan bau menyengat di sekitar pusat semburan lumpur, meski tekanan semburan sudah mulai berkurang. Salah satu warga Desa Metatu, Nurul Asikin, Selasa mengatakan, meski tekanan semburan lumpur sudah mulai berkurang, namun warga mengeluhkan bau menyengat yang menyebar ke sejumlah pemukiman. "Aroma gas yang keluar dari semburan sekarang mulai terasa sampai ke pemukiman warga, dan kami takut akan membahayakan karena baunya menganggu pernafasan," katanya. Warga lain, Hidayat mengaku, bau menyengat di sekitar semburan itu akan lebih terasa ketika malam hari, sehingga apabila warga keluar rumah selalu menggunakan masker sebagai antisipasi ganguan pernafasan. "Kalau siang hari baunya tidak seberapa, namun memasuki malam hari, baunya sangat terasa, dan cukup menganggu warga," katanya. Sebelumnya, untuk mengatasi munculnya bau menyengat di sekitar semburan lumpur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik telah menyiapkan sedikitnya 8.000 masker di sekitar lokasi semburan. (*)
Berita Terkait
PGN pastikan tanggap cepat tangani semburan di Sungai Rungkut Surabaya
19 Oktober 2025 16:15
Pemkot Surabaya pastikan semburan akibat kebocoran pipa gas
18 Oktober 2025 22:30
Pemkot Surabaya pastikan semburan berbau gas di Rungkut Tengah aman
17 Oktober 2025 20:16
Komisi C DPRD Surabaya dukung upaya pemkot tangani semburan Rungkut Tengah
17 Oktober 2025 19:58
19 tahun Lumpur Lapindo
29 Mei 2025 19:10
Pusat semburan lumpur lapindo
12 Mei 2025 14:46
Gunung Marapi erupsi, semburan abu setinggi 1 km mengarah ke selatan
19 April 2025 09:50
